BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem
adalah unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu
totalitas. Sistem akan timbul karena adannya usaha yang mengimbanginya, sistem
biasanya dapat bervariasi atau berbeda-beda, perbedaan ini dikarenakan
perbuatan manusia atau usaha manusia yang berbeda pula.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekonomi adalah ilmu yang mengenai asas-asas
produksi, distribusi, konsumsi. Biasanya motivasi dalam kegiatan ekonomi adalah
untuk mencukupi kebutuhannya, mensejahterakan dirinya dan mengembangkan
keselarasan. Ekonomi sangatlah berpengaruh bagi bangsa dan negara karena
kemajuan ekonomi telah menopang suatu negara bangkit sebagai negara besar.
Prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mencapai hasil
tertetu atau dengan pengorbanan tertentu untuk mencapai hasil yang
sebesar-besarnya.
Sistem
ekonomi bisa diartikan rangkaian
organisasi dan berbagai instrumen kebijaksanaan yang ditetapkan oleh suatu
negara unntuk mengatasi masalah ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan
masyarakat. Masalah ekonomi merupakan masalah dasar suatu negara, permasalahan
tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem sistem ekonomi yang
sesuai dengan negara tersebut.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah
keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para
konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan
kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya)
sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat
dihindari.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.
Apa yang dimaksud dengan system ekonomi campuran dan contoh Negara yang menerapkannya?
2.
Bagaimana
sejarah mengenai sistem ekonomi campuran?
3.
Bagaimana
prinsip dan ciri-ciri dari sistem
ekonomi
campuran?
4. Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi
campuran?
5.
Sebutkan
permasalahan dalam sistem ekonomi campuran serta jelaskan pemecahan masalah tersebut?
6.
Apakah
sistem ekonomi campuran layak diterapkan di Indonesia ?
7.
Sebutkan
kekurangan dan kelebihan dari sistem ekonomi campuran ?
8.
Bagaimana
perkembangan sistem ekonomi di Indonesia?
9.
Contoh
penjelasan beberapa negara penganut sistem ekonomi campuran
1.3
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui apa yang dimaksud tentang sistem ekonomi campuran.
2.
Untuk
mengetahui sejarah
dari sistem ekonomi campuran.
3.
Untuk
mengetahui ciri-ciri serta prinsip dari ekonomi campuran.
4.
Untuk
mengetahui tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi
campuran.
5.
Untuk
mengetahui permasalahan dan
cara cara mengatasinya.
6.
Untuk
mengetahui layaknya system
ekonomi campuran diterapkan di Indonesia.
7.
Untuk
mengetahui kekurangan dan
kelebihan dari system ekonomi campuran.
8.
Untuk
mengatahui perkembangan system ekonomi di Indonesia.
9.
Mengetahui
penjelasan mengenai beberapa negara penganut sistem ekonomi campuran.
1.4
MANFAAT
1. Bagi
mahasiswa, makalah ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengalaman
terhadap ilmu pengetahuan mengenai sistem perekonomian.
2.
Bagi masyarakat umum makalah ini
diharapkan dapat memberi sumbangan informasi yang akurat mengenai sistem
perekonomian.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN
Ilmu ekonomi adalah upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan
tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan terbatas.
Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau Negara
untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan
bagi rakyatnya.
Sistem ekonomi campuran merupakan
perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis
tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara
peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Sistem
ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang. Negara-negara tersebut
seperti Malaysia, Maroko,
Mesir, Filipina, Perancis, RRC, dan lain sebagainya. Banyak
Negara yang memilih system ekonomi campuran sebab system ekonomi campuran
adalah system yang mengambil semua kebaikan dari sitem ekonomi yang lain.
2.
SEJARAH
Sistem
ekonomi campuran adalah gabungan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialis dan
kapitalisme. Sistem ekonomi campuran menggerakkan elemen-elemen dinamis yang
sebelumnya memang dimiliki tiap-tiap sistem ekonomi. Sebenarnya, kedua bentuk
sistem ekonomi tersebut telah menuju ke arah sistem campuran karena
masing-masing berusaha membuang kelemahan-kelemahannya sehingga tersisa
unsur-unsur yang dinamis dan positi. Munculnya sistem ekonomi campuran
diawali karena adanya pertentangan keras
atau konflik hebat antara ideologi
liberalisme (kapitalisme) yang menggunakan sistem ekonomi pasar dengan ideologi Sosialisme (komunisme) yang
mengggunakan sistem ekonomi komando,
karena adanya sejarah pertentangan yang keras bahkan sangat tidak
harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menimbulkan stimulasi
pemikir-pemikir untuk mencari ciri dasar yang merupakan perpaduan usnur terbaik
dari kedua sistem ini.
Akibat dari banyaknya
konflik yang terjadi ini maka para ahli melakukan upaya untuk membangun atau
menciptakan sebuah sistem ekonomi dengan
menggabungkan ciri dasar antara kedua ideologi tersebut dengan mengambil
unsur-unsur terbaik dari keduanya. Salah satunya memakai teori yang dikemukakan
oleh Hegel yang menjelaskan bahwa perkembangan sebuah pemikiran akan mencapai
bentuk terbaiknya melalui proses komunikasi menuju suatu sintesa, yang nantinya
diharapkan akan muncul keharmonisan dan menuju ke arah yang dinamis.
Negara-negara
yang sedang berkembang memiliki suatu anggapan bahwa akan mampu mengejar
keterlambatan atau ketertinggalan dengan tidak mencontoh bentuk ekstrim dari
sistem ekonomi tersebut melainkan dengan menyerao unsur-unsur dinamis yng ada
di dalam keduanya ini. kedua sistem ekonomi itu memiliki kelemahan yang
mendasar sehingga cara terbaik yaitu melakukan penggabungan untuk mengerjar
ketertinggalan yang dialamai oleh negara-negara yang sedang berkembang. Hegel
yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori ini ditemukan oleh
kelompok idealisme dalam pasca Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam
pemikiran filosofi Hegel. Kemudian menginterpretasikann komunikasi atau dialek
ini sebagia operasional dari penalaran. Hal ini memberikan kenyataan lebih
benar dan lebih mendalam dibanding pemikiran analisis kontradiksi sebagai hasil
dari perpaduan ide-ide yang dapat dicapai melalui cara sintesa atau untuk menghasilkan pengetahuan lebih benar
Proses menghasilkan pengetahuan yang
lebih benar atau sintesa ini menjadikan suatu alasan utama agar terwujudnya
sistem ekonomi campuran yang meupakan gabungan dari sistem ekonomi kapitalisme dan
sistem ekonomi komunisme. Tidak seperti Karl Marx yang mengambil dialek sebagai
pembenturan kelas dalam sejarah yang dihadapkan.
Dalam kegiatan ekonomi dan poduksi
unsur terpentingnya dalah untuk mencari keuntungan yang sebsar-besarnya, tanpa
motif untuk mendapatkan keuntungan yang senanyak banyaknya maka tidak akan ada
usaha dalam mencarinya dan pertumbbuhan eknomi akan terhambat jika dimatikan
seperti negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip
pasar yang terkendali oleh aturan pemerintah.
Kemudian
negara-negara yang menolak terhadap ideologi ekstrim kapitalisme dan komunisme
mulai berdiskusi tentang ideologi yang dapat diterapkan untuk negaranya,
sehingga dipakailah ideologi campuran yang juga mendasari munculnya sistem ekonomi
campuran ini.
3. CIRI-CIRI
DAN PRINSIP SISTEM EKONOMI
1. Terjadinya interaksi dalam pasar
Dalam
sistem ekonomi campuran suasana pasar lebih terasa, mengapa seperti itu karena
dalam pasar menyediakan kebebbasan bagi semua pihak sehingga banyaknya terjadi
sebuah interaksi. Dalam pasar yang boleh berbicara atau berkontribusi bukan
hanya pemerintah namun pihak lain juga boleh beraktifitas dalam pasar, dengan
begitu pasar akan menjadi sebuah tempat untuk meluangkan segala aktivitasnya
demi kemajuan dan perkembangan perekonomian. Lebih mudahnya dengan adanya
sistem ekonomi campuran ini perekonomian menjadi luwes dan tidak kaku.
2. Kebebasan
dengan sebuah pengawasan
Inilah
salah satu keunggulan yang dimiliki oleh sistem ekonomi campuran dimana meskipun memberikan sebuah
kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi namun tetap adanya sebuah
pengawasan dari pemerintah sehingga kebebasan yang diberikan tidak akan disalah
gunakan, tahu sendiri jika berbicara tentang ekonomi pasti tidak lepas dengan
uang, jika semua pihak diberikan kebebasan seluas-luasnya tanpa sebuah
pengawasan maka akan terjadi sebuah penyelewengan, bisa dibilang mereka akan
melakukan segala sesuatu sekalipun itu salah atau tidak diperbolehkan.
3. Pihak
swasta diberikan ruang untuk melakukan kegiatan ekonomi
Berbeda
dengan sistem ekonomi komando yang tidak memberikan izin atau ruang sedikitpun
bagi pihak swasta untuk mengembangkan usahanya atau melakukan aktivitas
perekonomiannya. Namun tetap ada sebuah pengawasan yang akan dilakukan oleh
pemerintah. Pada intinya antara pemerintah dan swasta saling berintegrasi untuk
saling menguntungkan dan meraih satu tujuan yang sama yakni perkembangan
ekonomi yang baik.
4. Sumber
daya vital murni milik pemerintah
Kebebasan
yang ada di sistem ekonomi campuran tidak diartikan suatu kebebasan yang
seluas-luasnya tapiu ada suatu batasan yang akan mengontrol segala sesuatu yang
berkaitan dengan perekonomian. Hal ini terbukti dengan sumber daya yang vital
dan penting serta menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasi oleh pemerintah
contohnya seperti air, listrik, jalan , jembatan dan lainnya. Hal ini dilakukan
karena mencegah suatu penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa pihak, bisa
kita bayangkan apabila pihak swasta atau yang lain diperbolehkan menguasai
sumber daya vital yang ada, maka negara akan bangkrut dan perekonomian akan
semakin menurun kualitasnya.
5. Persaingan
secara sehat
Dalam
sistem ekonomi campuran ini suasana ekonomi lebih hidup dibanding dengan sistem
ekonomi komando, karena dalam sistem komando tidak ada namanya persaingan
karena semua d kendalikan oleh pemerintah, namun dalam sistem ekonomi campuran
ini terjadi sebuah persaingan yang sehat dan adil, dimana semua pihak yang
terlibat dalam kegiatan ekonomi dituntut untuk mengerahkan segala daya dan upayanya
serta kreatifitas dan inovasi baru yang membuat mereka akan tetap bertahan
dalam perekonomian negara tersebut.
6. Hak
pribadi diakui
Dalam
ekonomi campuran hak individu diakui dan memang ada izin dari pemerintah bagi
individu untuk melakauakan aktivitas perekonomian baik dalam pasar maupun non
pasar.
7. Ekonomi
kreatif (wirausaha)
Berbicara
tentang wirausaha atau ekonomi kreatif dalam sistem ekonomi campuran bisa
dibilang sebagai icon. Dalam sistem ini pemerintah sangat mendukung
masyarakatnya yang kreatif, memiliki kemauan dan rajin untuk membuka dan
mengembangkan usahanya sendiri atau yang sering disebut dengan wirausaha.
Bahkan pemerintah sering emngadakan sebuah pelatihan untuk mendidik dan
membekali masyaraktanya dengan pengetahuan tentang bisnis dan ekonomi, selain
itu pemerintah juga sering memberikan suatu bantuan untuk pihak yang memang
berkeinginan untuk berwirausaha.
8. Pengawasan
dilakukan pemerintah
Berbicara
mengenai sistem ekonomi campuran identik dengan pengawasan pemerintah, hal ini
dilakukan bukan untuk membatasi atau mengekang pihak lain atau masyarakat
mengembangkan ekonomi dengan cara dan kemampuan mereka masing-masing. Tentu
masih perlu suatu bimbingan dan pengawasan yang membuat mereka untuk jadi lebih
baik, karena tanpa sebuah pengawasan mereka akan mudah sekali goyah dan tidak
beraturan.
9. Mekanisme
pasar menentukan jumlah barang yang diproduksi
Mekanisme
pasar menjadi salah satu aspek penting, hal ini dikarenakan situasi dan kondisi
akan mempengaruhi jumlah produksi yang ada, ketika dalam pasar permintaan terus
meningkat maka produksi yang dilakukan besar-besaran, namun jika perimtaan
sudah turun, pemerintah sebaiknya untuk mengurangi jumlah produksinya. (Baca
Juga: Metode Perhitungan Pendapatan Nasional , Kebijakan Ekonomi Makro)
10. Peran
pemerintah dan pihak swasta sama
Dalam
ekonomi campuran ciri khas yang membedakan antara ekonomi ini dengan sistem
lainnya yakni terjadinya perpaduan antara dua elemen penting ekonomi yakni
pemerintah dan swasta yang intinya ingin meraih tujuan untuk berkembang dan
berkembang lagi.
Prinsip
yang digunakan dalam sistem perekonomian ini adalah keseimbangan antara
pemerintah dan pihak swasta, dengan hal tersebut diharapkan perekonomian di
negara tersebut akan berkembang.
4. TUJUAN
PEMERINTAH IKUT SERTA DALAM SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi
campuran antara lain :
1)
Untuk
mengoreksi distorsi ekonomi.
Diakuinya hak kepemilikan pribadi dalam sistem ekonomi
campuran ini tidak membuat semua faktor produksi yang vital / penting juga bisa
menjadi kepemilikan pribadi karena kepemilikan faktor produksi yang vital
akan tetap diatur dan diawasi oleh
pemerintah.
2)
pemerintah
bisa memberikan jaminan sosial serta mengupayakan pemerataan distribusi
pendapatan. Tentang penetapan harga, walaupun harga-harga ditentukan oleh
mekanisme pasar, namun bila diperlukan pemerintah juga perlu mengadakan
pengawasan serta koreksi terhadap harga-harga tersebut.
3)
Mengurangi
berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando yang
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat karena berimbangnya peran
pemerintah dan swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
5.
PERMASALAHAN
SERTA PEMECAHAN MASALAH–MASALAH EKONOMI
Pemecahan
masalah mengenai “apa yang diproduksi”, untuk Negara yang menganut system
ekonomi campuran, pemecahan masalahnya dilakukan dengan cara memodifikasi
kebijakan melalui :
·
Pengenaan
pajak
·
Pemberian
subsidi
·
Pengendalian
langsung
·
Mengganti
operasi mekanisme pasar
Barang
yang akan diprodiksi oleh hak memilih dalam nilai rupiah yang dimiliki
konsumen, yang dilakukan setiap hari untuk membeli barang tertentu, dan
bukannya barang lain. Uang yang mereka belikan pada akhirnya menggambarkan
gaji, pendapatan sewa atau tunjangan jabatan yang diterima konsumen setiap
bulan sebagai karyawan perusahaan. Berikutnya, perusahaan perusahaan yang
didukung oleh keinginan memperoleh keuntungan ( yaitu selisih antara hasil
penjualan dengan biaya) tertarik untuk memproduksi barang-barang yang banyak
diminta untuk menghasilkan keuntungan besar.
Cara pemecahan masalah mengenai “bagaimana
memproduksi”, yaitu dengan melakukan mekanisme harga yang dimodifikasi dengan kemampuan
masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Barang
yang diproduksi ditentukan oleh persaingan diantara produsen. Satu-satunya cara
bagi produsen untuk memenangkan persaingan harga dan memaksimalakan keuntungan
adalah mempertahankan biaya pada tingkat minimum, dan hal ini harus dilakukan
dengan metode produksi yang paling efisien.
Sistem harhga merupakan alat pemberi
syarat bagi masyarakat. System harga ini memberitahu kepada para Amerika agar
bertani secara eksistensif dengan
rasio tinggi untuk upah atas sewa tanah. Dilain pihak petani Indonesia
mengahadapi rasio rendah untuk upah atas sewa tanah, sehingga menggunakan
tenaga kerja lebih banyak untuk setiap hektarnya. Terlihat disini bahwa system
harga memberi isyarat untuk pengguanaan teknologi yang lebih serasi.
Cara
pemecahan masalah mengenai “untuk siapa memproduksi”, yaitu dengan memadukan
mekanisme harga dengan kebijakan pemerintah.
Bagi
siapa barang-barang
diproduksi ditetapkan oleh permintaan 5 dan penawaran di Pasar atas faktor-faktor produksi (tanah, tenaga
kerja dan modal). Pasar ini menetapkan tingkat upah, sewa tanah, suku bungan
dan tingkat keuntungan yang akhirnya akan membentuk jumlah pendapatan
masyarakat. Dengan demikian distribusi pendapatan masyarakat ditentukan oleh
jumlah factor produksi (jam kerja, hektar tanah dan sebagainya) dan harga
factor produksi (tingkat upah, sewa tanah, dan sebagainya).
6.
SISTEM EKONOMI CAMPURAN DI INDONESIA
Sistem ekonomi di indonesia saat ini
adalah sistem ekonomi demokrasi, yang merupakan perwujudan dari pancasila dan
UUD 1945 yang berasas kekeluargaan, gotong royong dan dari rakyat, oleh rakyat,
untuk rakyat. Di bawah pimpinan dan diawasi oleh pemerintah. Pada sistem
demokrasi ini pemerintah dan seluruh masyarakat dari yang golongan ekonomi
lemah hingga para pengusaha memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai
kemakmuran bangsa. Dan peran pemerintah disini selain mengawasi yaitu sebagai
perencana, pembiming dan pengarah dalam sebuah kegiatan ekonomi.
Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi
campuran? Ada yang bilang bahwa sistem ekonomi campuran yaitu merupakan
campuran dari mekanisme pasar dan campur tangan pemerintah. Tujuan campur
tangan pemerintah untuk mengawasi jalannya perekonomian di pasar. Lalu
penerapannya pun bertujuan untuk mengurangi kelemahan dari sistem sistem
sebelumnya dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Indonesia, sebenarnya memang lebih
tepat memakai sistem ekonomi campuran, yaitu liberalis dan sosialis. Tapi di indonesia masih terdapat pro
kontra karena sistem liberalis dan ekonomi kerakyatan dimana negara kita ini
masih tidak bisa lepas dari ekonomi liberalis, karena negara ini masih
bergantung pada amerika serikat. Karena jika di amerika sedang mengalami krisis
ekonomi, maka indonesia akan terkena dampaknya, menandakan bahwa kita masih
bergantung pada amerika serikat.
Sistem
ekonomi liberalis tidak sepenuhnya diterapkan di negara berkembang apalagi
indonesia karena sebuah negara berkembang butuh bantuan campur tangan
pemerintah untuk mengatur perekonomiannya. Karena dalam sistem liberalis hanya
menguntungkan dua golongan yaitu pemilik modal dan perbankan, sedangkan di
negara ini penduduk dibawah garis kemiskinan masih banyak.
Jadi,
sistem ekonomi campuran layak di terapkan di indonesia, dimana peran pemerintah
itu penting dalam sebuah perekonomian dan swasta juga bebas berdiri yang
penting dengan tujuan yang sama yaitu untuk kesejahteraan masyarakat.
7. KEKURANGAN
DAN KELEBIHAN SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Tujuan awal dibentuknya sistem
ekonomi campuran adalah untuk menghindari adanya praktik monopoli pasar dan
penyalahgunaan kekuasaan dalam mengelola produksi dan sumber daya. Namun pada
kenyataannya sistem ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangan dalam
penerapannya.
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
1.
Sektor industri dan bisnis dapat dikelola oleh
perusahan swasta atas izin dari pemerintah. Fakta yang terjadi sampai saat
ini adalah perusahaan swasta akan lebih cenderung mementingkan keuntungan
yang sebesar-besarnya, sehingga akan mengutamakan efisiensi biaya dan
melakukan banyak inovasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
|
Tidak ada kejelasan dan peraturan tentang seberapa
besar pengaruh pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
|
|
1.
Mengurangi beban pemerintah dalam menentukan
kebijakan peraturan dan pengaruh dalam menentukan produksi dan distribusi
barang maupun jasa. Sebelumnya pemerintah menguasai mayoritas sektor ekonomi
yang berakibat pada tidak terserapnya hasil produksi barang dan jasa karena
tidak sesuai dengan keinginan pasar.
|
Perluasan kebijakan fiskal bisa berimbas pada semakin
sulitnya mendapat pinjaman dari pemerintah.
|
|
1.
Pemerintah memiliki kekuasaan untuk mengatur pasar
dan menindak praktik penyalahgunaan kekuatan monopoli, seperti mencegah
kenaikan harga yang berlebihan.
|
Banyaknya kekuatan pasar akan menyebabkan munculnya
ketimpangan dalam persaingan bisnis dan tidak tepatnya dalam mengolah sumber
daya.
|
|
Pemerintah berhak memberlakukan
sistem perpajakan terhadap produksi barang dan jasa
|
9.
Ekonomi campuran akan menghambat terciptanya pasar
bebas karena pemerintah memiliki peran besar dalam menentukan kebijakan
berkaitan dengan kepemilikan dan pengolahan sumber produksi.
|
|
Pemerintah memiliki wewenang untuk
mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan produksi barang yang berpotensi
menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti limbah pabrik dan polusi.
|
9.
Ekonomi campuran berpotensi memperlambat pertumbuhan
perekonomian negara.
|
|
1.
Negara mendukung terciptanya fasilitas umum, seperti
kepolisian, pertahanan negara, pendidikan dan kesehatan.
|
Pemerintah melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
|
|
1.
Terciptanya pemerataan pendapatan, sehingga akan
mengurangi tingkat kemiskinan.
|
|
|
1.
Terciptanya kestabilan ekonomi makro dan perluasan
kebijakan fiskal.
|
|
8. PERKEMBANGAN
SISTEM EKONOMI DI INDONESIA
A.
Perkembangan sistem perekonomian pada masa penjajahan
Saat
masih dalam penjajahan, perekonomian Indonesia dikuasai oleh negara
asing(penjajah). Saat masa penjajahan Belanda, VOC didirikan untuk memonopoli
perdagangan di Indonesia. VOC memiliki Hak Octrooi, yang berisi :
a. Hak mencetak uang
b.Hak
mengangkat dan memberhentikan pegawai
c.Hak
menyatakan perang dan damai
d.Hak
untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
e.Hak
untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Oleh
karena itu, pada saat Belanda menjajah Indonesia, perekonomian Indonesia
dikuasai Belanda sepenuhnya.
B.
Perkembangan Perekonomian Indonesia masa orde lama (1945-1966)
Pada
awal kemerdekaan, pembangunan ekonomi Indonesia mengarah perubahan struktur
ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, yang bertujuan untuk memajukan
industri kecil untuk memproduksi barang pengganti impor yang pada akhirnya
diharapkan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap luar negeri. Sistem
moneter tentang perbankan khususnya bank sentral masih berjalan seperti
wajarnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya hak ekslusif untuk mencetak uang dan
memegang tanggung jawab perbankan untuk memelihara stabilitas nasional. Bank
Indonesia mampu menjaga tingkat kebebasan dari pengambilan keputusan politik.
Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek
besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta
Delapan Tahun (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek
besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut. Rencana
ini mencakup sektor- sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun
sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau
dapat dikatakan gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa
untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahl Perekonomian Indonesia
pada masa ini mengalami penurunan atau memburuk. Terjadinya pengeluaran
besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan
pertumnbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya
konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana
revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa.
Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650%.
Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai
dekat dengan negara-negara komunis.
C.
Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa Orde Baru
Pembangunan
nasional telah di rencanakan meliputi pembangunan jangka panjang,
pembangunan jangka menengah, pembangunan jangka pendek. Pembangunan
jangka panjang tahap I (PJPT I) berlangsung selama 25 tahun. PJPT I
terdiri atas lima tahapan jangka menengah. Setiap
tahapan jangka menengah waktunya lima tahun yang di kenal dengan nama pembangunan
lima tahun(pelita). Setiap
pelita di bagi menjadi lima tahapan jangka pendek, yaitu satu tahunan yang di kenal sebagai pelita
tahun pertama, dan seterusnya sampai pelita tahun ke lima. Pemerintah orde baru mulai melaksanakan rencana
pembangunan lima tahun sejak 1 April 1969 melalui tahapan tahapan pelita.
D.
Perkembangan Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Reformasi
Pemerintahan
presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan
manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya
diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan
presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup
berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada
berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara
lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan
mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate
yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya,
kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
E.
Perkembangan Perekonomian Indonesia saat ini
Masa
Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebijakan kontroversial pertama
presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, dengan kata
lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya
harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan
dan kesehatan sertabidang – bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan
masyarakat.Kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT)
bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak
dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti ribut saat
mengantri yang bahkan berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kebijakan
yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan
pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta
mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi.
9.
Contoh Penjelasan Beberapa Negara Penganut Sistem
Ekonomi Campuran
Sebenarnya penerapan sistem ekonomi campuran ini mayoritas digunakan
oleh negara-negara di dunia. Mereka menggabungkan sistem-sistem ekonomi yang
ada dan disesuaikan dengan kondisi negaranya, meski mengaku menganut paham
sistem ekonomi tertentu. Sebagai contoh, Amerika Serikat terkenal dengan sistem
ekonomi liberal. Namun praktiknya tidak murni berpaham liberal, karena terdapat
intervensi pemerintah dalam hal regulasi atau undang-undang anti monopoli.
Negara yang menganut sistem ekonomi campuran tercatat sebagai negara
bekas non blok, di mana mayoritas terdapat di benua Asia dan Afrika. Mereka
adalah Indonesia, India, Malaysia, Mesir.
- Indonesia
Perekonomian Indonesia mengalami berbagai fase yang dipengaruhi oleh
masalah politik. Fase pertama setelah Indonesia merdeka yang disebut sebagai
Ekonomi Orde Lama (1945-1965). Pada masa ini Indonesia menerapkan sistem
liberal. Kekuasaan berada pada beberapa partai politik yang menyebabkan
seringnya terjadi konflik hingga berujung pada kehancuran perekonomian
nasional.
Fase berikutnya disebut Ekonomi Orde Baru (1966-1998). Masa ini
pemerintah menitikberatkan perhatian pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
secara ekonomi maupun sosial. Juga menerapkan sistem ekonomi terbuka untuk
perusahaan dan penanaman modal asing. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang
semakin baik meningkatkan tingkat penghasilan masyarakat. Akibatnya, terjadi perubahan
teknologi dan kebijakan industri pada tahun 1980-an. Sehingga struktur
perekonomian mengalami pergeseran dari agraris menjadi semi industry.
Fase ketiga yang belangsung setelah orde baru hingga saat ini
disebut dengan Ekonomi Reformasi. Pasang-surut perekonomian dipengaruhi
pergantian Presiden. Krisis ekonomi yang sempat terjadi di masa awal reformasi
mulai terkendali sejak pemerintahan Megawati. Inflasi, kurs rupiah, suku bunga
dan politik semakin stabil.
Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara paham
ekonomi sosialis dan liberal. Meski sebenarnya lebih disebut sebagai sistem
ekonomi campuran dengan ideologi Pancasila, atau sistem ekonomi Pancasila.
Artinya, sistem kegiatan ekonomi dijiwai oleh ideologi Pancasila, yaitu
kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasar usaha bersama berlandaskan asas
kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan dan
pengendalian pemerintah.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian juga
berfokus pada pemanfaatan maksimal sektor kelautan yang sempat lolos perhatian
dari pemerintahan sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi oleh
perairan. Dalam jangka panjang kebijakan ini diharapkan pula mampu membantu
perwujudan ekonomi mandiri bagi Indonesia.
Sehingga terjadi penerapan ideology Pancasila pada roda ekonomi yang
sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi Indonesia
dengan pemanfaatan sumber daya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan
masyarakat.
2.
India
India juga menganut sistem ekonomi campuran namun memiliki
kecondongan pada paham sosialis. Sangat tingginya campur tangan pemerintah
dalam perekonomian disebabkan fokus berlebihan pada pemerataan pendapatan dan
kesejahteraan publik. Hal tersebut terjadi mulai tahun 1950-an pasca kemerdekaan
India. Sehingga kreatifitas individu masyarakat sangat kecil bahkan mati yang
menjadikan mereka sulit untuk maju. Karena segala hal diatur dan dikendalikan
oleh pemerintah.
Sejak tahun 1997 India mulai menampakkan pertumbuhan ekonomi yang
baik dan terjadi penurunan angka kemiskinan masyarakat. Faktor penyumbang
terbesar dalam perkembangan perekonomian tersebut adalah sektor pariwisata
bangunan Taj Mahal. Industri otomotif juga tak ketinggalan menyokong[
perekonomian negara ini, yaitu TVS motor yang merupakan produsen kendaraan
bermotor roda 2 dan masuk dalam jajaran 10 besar di dunia. Selain dua hal
tersebut, sektor penyumbang lain adalah pertambangan serta tekstil.
3.
Filipina
Filipina memiliki sejarah ekonomi politik yang tidak stabil
disebabkan korupsi yang merajalela. Pergantian presiden yang tidak memberikan
pembaruan juga berpengaruh besar. Sebagai bekas negara persemakmuran Amerika
Serikat sejak tahun 1935, Filipina telah diperkirakan mengalami pertumbuhan
ekonomi yang lesu dan lambat. Namun memasuki abad 20, ekonomi Filipina
merangkak naik karena kebijakan-kebijakan oleh presiden baru, termasuk oleh
presiden Beniqno Aquino (2010-2016). Pada tahun 2012-2013 perekonomian bergerak
cepat hingga mampu mencatatkan diri sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi
terbaik di Asia.
Filipina menganut sistem ekonomi campuran dengan agrikultur sebagai
penyokong utama perekonomiannya. Fokus industri negara ini ada di bidang
elektronik, otomotif, pengolahan makanan, pertambangan dan tekstil. Filipina
memberikan kebebasan yang besar untuk melakukan segala hal pada pihak swasta
sehingga menjadikan tingginya kreatifitas masyarakat. Peran swasta dalam
perekonomian pun mencapai 95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengakuan
terhadap kepemilikan individu juga penumpukan modal memperjelas bahwa sistem
ekonomi campuran Filipina lebih condong pada sistem kapitalis. Prinsip keadilan
sistem kapitalis yaitu “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi
kerjanya” memberikan pengaruh besar pada motivasi individu masyarakatnya untuk
maju dan berkembang.
4.
Malaysia
Sejak tahun 1963, Malaysia memiliki dua sistem ekonomi, yaitu sistem
Sara Diri dan sistem Komersil. Sistem Sara Diri adalah kegiatan ekonomi dari
kemampuan pemenuhan kebutuhan sehari-harinya sendiri melalui kegiatan berkebun
dan bercocok tanam, perikanan dan kehutanan. Jika terdapat kelebihan hasil dari
kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk perdagangan. Hal tersebut mampu menekan
laju inflasi karena penggunaan uang lebih sedikit. Sedang sistem komersil
adalah sistem kegiatan ekonomi yang mengarah pada pasar terbuka seperti
penanaman modal, investor asing, teknologi baru, pengenalan jenis tanaman baru,
dan sebagainya.
Dalam perekonomian Malaysia, peran pemerintah sangat kecil sehingga
menjadikan mudah dalam hal birokrasi. Banyak pengusaha dari negara-negara lain
yang melakukan bisnis di Malaysia karenanya. Imbasnya, hal tersebut mampu
mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan menaikkan pendapatan nasional.
Kemajuan teknologi juga berperan dalam mempercepat pembangunan
infrastrukturnya. Itulah yang menjadikan perekonomian Malaysia tumbuh dengan
pesat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem
kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan
pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak
negara/kolektif dan peran menonjol individu. Sistem ekonomi campuran
menggerakkan elemen-elemen dinamis yang sebelumnya memang dimiliki tiap-tiap
sistem ekonomi.
Negara
– negara yang menganut system ekonomi campuran adalah sebuah negara bekas
negara non-blok. Mayoritas berada di Asia dan Afrika, seperti Indonesia, Mesir
dan Malaysia.
3.2 Kritik
dan Saran
Setiap
negara memiliki system perekonomian yang berbeda – beda. Untuk menentukan mana
system perekonomian yang baik hanya bisa di tentukan oleh negara itu sendiri.
Saran yang ingin kami berikan yaitu, semua system terdapat kelebihan dan
keburukan tersendiri, kita tidak bisa mencela system satu dengan system yang
lainnya. Untuk itu, pemerintah harus lebih berperan demi kestabilan
perekonomian
Daftar
Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar