Minggu, 20 Mei 2018

Sistem Ekonomi Campuran

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem adalah unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Sistem akan timbul karena adannya usaha yang mengimbanginya, sistem biasanya dapat bervariasi atau berbeda-beda, perbedaan ini dikarenakan perbuatan manusia atau usaha manusia yang berbeda pula.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ekonomi adalah ilmu yang mengenai asas-asas produksi, distribusi, konsumsi. Biasanya motivasi dalam kegiatan ekonomi adalah untuk mencukupi kebutuhannya, mensejahterakan dirinya dan mengembangkan keselarasan. Ekonomi sangatlah berpengaruh bagi bangsa dan negara karena kemajuan ekonomi telah menopang suatu negara bangkit sebagai negara besar. Prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mencapai hasil tertetu atau dengan pengorbanan tertentu untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya.
Sistem ekonomi  bisa diartikan rangkaian organisasi dan berbagai instrumen kebijaksanaan yang ditetapkan oleh suatu negara unntuk mengatasi masalah ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Masalah ekonomi merupakan masalah dasar suatu negara, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem sistem ekonomi yang sesuai dengan negara tersebut.
Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

1.2  RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud dengan system ekonomi campuran dan contoh Negara yang menerapkannya?
2.      Bagaimana sejarah mengenai sistem  ekonomi campuran?
3.      Bagaimana prinsip dan ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran?
4.      Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran?
5.      Sebutkan permasalahan dalam sistem ekonomi campuran serta jelaskan pemecahan masalah tersebut?
6.      Apakah sistem ekonomi campuran layak diterapkan di Indonesia ?
7.      Sebutkan kekurangan dan kelebihan dari sistem ekonomi campuran ?
8.      Bagaimana perkembangan sistem ekonomi di Indonesia?
9.      Contoh penjelasan beberapa negara penganut sistem ekonomi campuran

1.3 TUJUAN
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud tentang sistem ekonomi campuran.
2.      Untuk mengetahui sejarah dari sistem ekonomi campuran.
3.      Untuk mengetahui ciri-ciri serta prinsip dari ekonomi campuran.
4.      Untuk mengetahui tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran.
5.      Untuk mengetahui permasalahan dan cara cara mengatasinya.
6.      Untuk mengetahui layaknya system ekonomi campuran diterapkan di Indonesia.
7.      Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari system ekonomi campuran.
8.      Untuk mengatahui perkembangan system ekonomi di Indonesia.
9.      Mengetahui penjelasan mengenai beberapa negara penganut sistem ekonomi campuran.

1.4 MANFAAT
1.      Bagi mahasiswa, makalah ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengalaman terhadap ilmu pengetahuan mengenai sistem perekonomian.
2.      Bagi masyarakat umum makalah ini diharapkan dapat memberi sumbangan informasi yang akurat mengenai sistem perekonomian.

BAB II
PEMBAHASAN
1.      PENGERTIAN
Ilmu ekonomi adalah upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan tidak terbatas sementara alat pemuas kebutuhan terbatas.
Sistem perekonomian adalah cara suatu bangsa atau Negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.
Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang. Negara-negara tersebut seperti Malaysia, Maroko, Mesir, Filipina, Perancis, RRC, dan lain sebagainya. Banyak Negara yang memilih system ekonomi campuran sebab system ekonomi campuran adalah system yang mengambil semua kebaikan dari sitem ekonomi yang lain.
2.      SEJARAH
Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialis dan kapitalisme. Sistem ekonomi campuran menggerakkan elemen-elemen dinamis yang sebelumnya memang dimiliki tiap-tiap sistem ekonomi. Sebenarnya, kedua bentuk sistem ekonomi tersebut telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan-kelemahannya sehingga tersisa unsur-unsur yang dinamis dan positi. Munculnya sistem ekonomi campuran diawali karena  adanya pertentangan keras atau konflik hebat antara  ideologi liberalisme (kapitalisme) yang menggunakan sistem ekonomi pasar dengan  ideologi Sosialisme (komunisme) yang mengggunakan  sistem ekonomi komando, karena adanya sejarah pertentangan yang keras bahkan sangat tidak harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menimbulkan stimulasi pemikir-pemikir untuk mencari ciri dasar yang merupakan perpaduan usnur terbaik dari kedua sistem ini.
Akibat dari banyaknya konflik yang terjadi ini maka para ahli melakukan upaya untuk membangun atau menciptakan  sebuah sistem ekonomi dengan menggabungkan ciri dasar antara kedua ideologi tersebut dengan mengambil unsur-unsur terbaik dari keduanya. Salah satunya memakai teori yang dikemukakan oleh Hegel yang menjelaskan bahwa perkembangan sebuah pemikiran akan mencapai bentuk terbaiknya melalui proses komunikasi menuju suatu sintesa, yang nantinya diharapkan akan muncul keharmonisan dan menuju ke arah yang dinamis.
            Negara-negara yang sedang berkembang memiliki suatu anggapan bahwa akan mampu mengejar keterlambatan atau ketertinggalan dengan tidak mencontoh bentuk ekstrim dari sistem ekonomi tersebut melainkan dengan menyerao unsur-unsur dinamis yng ada di dalam keduanya ini. kedua sistem ekonomi itu memiliki kelemahan yang mendasar sehingga cara terbaik yaitu melakukan penggabungan untuk mengerjar ketertinggalan yang dialamai oleh negara-negara yang sedang berkembang. Hegel yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori ini ditemukan oleh kelompok idealisme dalam pasca Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam pemikiran filosofi Hegel. Kemudian menginterpretasikann komunikasi atau dialek ini sebagia operasional dari penalaran. Hal ini memberikan kenyataan lebih benar dan lebih mendalam dibanding pemikiran analisis kontradiksi sebagai hasil dari perpaduan ide-ide yang dapat dicapai melalui cara sintesa atau  untuk menghasilkan pengetahuan lebih benar
Proses menghasilkan pengetahuan yang lebih benar atau sintesa ini menjadikan suatu alasan utama agar terwujudnya sistem ekonomi campuran yang meupakan gabungan dari sistem ekonomi kapitalisme dan sistem ekonomi komunisme. Tidak seperti Karl Marx yang mengambil dialek sebagai pembenturan kelas dalam sejarah yang dihadapkan.
            Dalam kegiatan ekonomi dan poduksi unsur terpentingnya dalah untuk mencari keuntungan yang sebsar-besarnya, tanpa motif untuk mendapatkan keuntungan yang senanyak banyaknya maka tidak akan ada usaha dalam mencarinya dan pertumbbuhan eknomi akan terhambat jika dimatikan seperti negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar yang terkendali oleh aturan pemerintah.
            Kemudian negara-negara yang menolak terhadap ideologi ekstrim kapitalisme dan komunisme mulai berdiskusi tentang ideologi yang dapat diterapkan untuk negaranya, sehingga dipakailah ideologi campuran yang juga mendasari munculnya sistem ekonomi campuran ini.






3.      CIRI-CIRI DAN PRINSIP SISTEM EKONOMI

1.      Terjadinya interaksi dalam pasar
Dalam sistem ekonomi campuran suasana pasar lebih terasa, mengapa seperti itu karena dalam pasar menyediakan kebebbasan bagi semua pihak sehingga banyaknya terjadi sebuah interaksi. Dalam pasar yang boleh berbicara atau berkontribusi bukan hanya pemerintah namun pihak lain juga boleh beraktifitas dalam pasar, dengan begitu pasar akan menjadi sebuah tempat untuk meluangkan segala aktivitasnya demi kemajuan dan perkembangan perekonomian. Lebih mudahnya dengan adanya sistem ekonomi campuran ini perekonomian menjadi luwes dan tidak kaku.
2.      Kebebasan dengan sebuah pengawasan
Inilah salah satu keunggulan yang dimiliki oleh sistem ekonomi campuran dimana meskipun memberikan sebuah kebebasan dalam melakukan aktivitas ekonomi namun tetap adanya sebuah pengawasan dari pemerintah sehingga kebebasan yang diberikan tidak akan disalah gunakan, tahu sendiri jika berbicara tentang ekonomi pasti tidak lepas dengan uang, jika semua pihak diberikan kebebasan seluas-luasnya tanpa sebuah pengawasan maka akan terjadi sebuah penyelewengan, bisa dibilang mereka akan melakukan segala sesuatu sekalipun itu salah atau tidak diperbolehkan.
3.      Pihak swasta diberikan ruang untuk melakukan kegiatan ekonomi
Berbeda dengan sistem ekonomi komando yang tidak memberikan izin atau ruang sedikitpun bagi pihak swasta untuk mengembangkan usahanya atau melakukan aktivitas perekonomiannya. Namun tetap ada sebuah pengawasan yang akan dilakukan oleh pemerintah. Pada intinya antara pemerintah dan swasta saling berintegrasi untuk saling menguntungkan dan meraih satu tujuan yang sama yakni perkembangan ekonomi yang baik.
4.      Sumber daya vital murni milik pemerintah
Kebebasan yang ada di sistem ekonomi campuran tidak diartikan suatu kebebasan yang seluas-luasnya tapiu ada suatu batasan yang akan mengontrol segala sesuatu yang berkaitan dengan perekonomian. Hal ini terbukti dengan sumber daya yang vital dan penting serta menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasi oleh pemerintah contohnya seperti air, listrik, jalan , jembatan dan lainnya. Hal ini dilakukan karena mencegah suatu penyelewengan yang dilakukan oleh beberapa pihak, bisa kita bayangkan apabila pihak swasta atau yang lain diperbolehkan menguasai sumber daya vital yang ada, maka negara akan bangkrut dan perekonomian akan semakin menurun kualitasnya.
5.      Persaingan secara sehat
Dalam sistem ekonomi campuran ini suasana ekonomi lebih hidup dibanding dengan sistem ekonomi komando, karena dalam sistem komando tidak ada namanya persaingan karena semua d kendalikan oleh pemerintah, namun dalam sistem ekonomi campuran ini terjadi sebuah persaingan yang sehat dan adil, dimana semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dituntut untuk mengerahkan segala daya dan upayanya serta kreatifitas dan inovasi baru yang membuat mereka akan tetap bertahan dalam perekonomian negara tersebut.
6.      Hak pribadi diakui
Dalam ekonomi campuran hak individu diakui dan memang ada izin dari pemerintah bagi individu untuk melakauakan aktivitas perekonomian baik dalam pasar maupun non pasar.
7.      Ekonomi kreatif (wirausaha)
Berbicara tentang wirausaha atau ekonomi kreatif dalam sistem ekonomi campuran bisa dibilang sebagai icon. Dalam sistem ini pemerintah sangat mendukung masyarakatnya yang kreatif, memiliki kemauan dan rajin untuk membuka dan mengembangkan usahanya sendiri atau yang sering disebut dengan wirausaha. Bahkan pemerintah sering emngadakan sebuah pelatihan untuk mendidik dan membekali masyaraktanya dengan pengetahuan tentang bisnis dan ekonomi, selain itu pemerintah juga sering memberikan suatu bantuan untuk pihak yang memang berkeinginan untuk berwirausaha.
8.      Pengawasan dilakukan pemerintah
Berbicara mengenai sistem ekonomi campuran identik dengan pengawasan pemerintah, hal ini dilakukan bukan untuk membatasi atau mengekang pihak lain atau masyarakat mengembangkan ekonomi dengan cara dan kemampuan mereka masing-masing. Tentu masih perlu suatu bimbingan dan pengawasan yang membuat mereka untuk jadi lebih baik, karena tanpa sebuah pengawasan mereka akan mudah sekali goyah dan tidak beraturan.
9.      Mekanisme pasar menentukan jumlah barang yang diproduksi
Mekanisme pasar menjadi salah satu aspek penting, hal ini dikarenakan situasi dan kondisi akan mempengaruhi jumlah produksi yang ada, ketika dalam pasar permintaan terus meningkat maka produksi yang dilakukan besar-besaran, namun jika perimtaan sudah turun, pemerintah sebaiknya untuk mengurangi jumlah produksinya. (Baca Juga: Metode Perhitungan Pendapatan Nasional , Kebijakan Ekonomi Makro)
10.  Peran pemerintah dan pihak swasta sama
Dalam ekonomi campuran ciri khas yang membedakan antara ekonomi ini dengan sistem lainnya yakni terjadinya perpaduan antara dua elemen penting ekonomi yakni pemerintah dan swasta yang intinya ingin meraih tujuan untuk berkembang dan berkembang lagi.
Prinsip yang digunakan dalam sistem perekonomian ini adalah keseimbangan antara pemerintah dan pihak swasta, dengan hal tersebut diharapkan perekonomian di negara tersebut akan berkembang.
4.      TUJUAN PEMERINTAH IKUT SERTA DALAM SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Tujuan pemerintah ikut serta dalam sistem ekonomi campuran antara lain :
1)      Untuk mengoreksi distorsi ekonomi.
Diakuinya hak kepemilikan pribadi dalam sistem ekonomi campuran ini tidak membuat semua faktor produksi yang vital / penting juga bisa menjadi kepemilikan pribadi karena kepemilikan faktor produksi yang vital akan  tetap diatur dan diawasi oleh pemerintah.
2)      pemerintah bisa memberikan jaminan sosial serta mengupayakan pemerataan distribusi pendapatan. Tentang penetapan harga, walaupun harga-harga ditentukan oleh mekanisme pasar, namun bila diperlukan pemerintah juga perlu mengadakan pengawasan serta koreksi terhadap harga-harga tersebut.
3)      Mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat karena berimbangnya peran pemerintah dan swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian.


5.      PERMASALAHAN SERTA PEMECAHAN MASALAH–MASALAH EKONOMI
Pemecahan masalah mengenai “apa yang diproduksi”, untuk Negara yang menganut system ekonomi campuran, pemecahan masalahnya dilakukan dengan cara memodifikasi kebijakan melalui :
·         Pengenaan pajak
·         Pemberian subsidi
·         Pengendalian langsung
·         Mengganti operasi mekanisme pasar
Barang yang akan diprodiksi oleh hak memilih dalam nilai rupiah yang dimiliki konsumen, yang dilakukan setiap hari untuk membeli barang tertentu, dan bukannya barang lain. Uang yang mereka belikan pada akhirnya menggambarkan gaji, pendapatan sewa atau tunjangan jabatan yang diterima konsumen setiap bulan sebagai karyawan perusahaan. Berikutnya, perusahaan perusahaan yang didukung oleh keinginan memperoleh keuntungan ( yaitu selisih antara hasil penjualan dengan biaya) tertarik untuk memproduksi barang-barang yang banyak diminta untuk menghasilkan keuntungan besar.
 Cara pemecahan masalah mengenai “bagaimana memproduksi”, yaitu dengan melakukan mekanisme harga yang dimodifikasi dengan kemampuan masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Barang yang diproduksi ditentukan oleh persaingan diantara produsen. Satu-satunya cara bagi produsen untuk memenangkan persaingan harga dan memaksimalakan keuntungan adalah mempertahankan biaya pada tingkat minimum, dan hal ini harus dilakukan dengan metode produksi yang paling efisien.
Sistem harhga merupakan alat pemberi syarat bagi masyarakat. System harga ini memberitahu kepada para Amerika agar bertani secara eksistensif dengan rasio tinggi untuk upah atas sewa tanah. Dilain pihak petani Indonesia mengahadapi rasio rendah untuk upah atas sewa tanah, sehingga menggunakan tenaga kerja lebih banyak untuk setiap hektarnya. Terlihat disini bahwa system harga memberi isyarat untuk pengguanaan teknologi yang lebih serasi.

Cara pemecahan masalah mengenai “untuk siapa memproduksi”, yaitu dengan memadukan mekanisme harga dengan kebijakan pemerintah.
Bagi siapa barang-barang diproduksi ditetapkan oleh permintaan 5 dan penawaran di Pasar atas faktor-faktor produksi (tanah, tenaga kerja dan modal). Pasar ini menetapkan tingkat upah, sewa tanah, suku bungan dan tingkat keuntungan yang akhirnya akan membentuk jumlah pendapatan masyarakat. Dengan demikian distribusi pendapatan masyarakat ditentukan oleh jumlah factor produksi (jam kerja, hektar tanah dan sebagainya) dan harga factor produksi (tingkat upah, sewa tanah, dan sebagainya).
6.      SISTEM EKONOMI CAMPURAN DI INDONESIA
            Sistem ekonomi di indonesia saat ini adalah sistem ekonomi demokrasi, yang merupakan perwujudan dari pancasila dan UUD 1945 yang berasas kekeluargaan, gotong royong dan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Di bawah pimpinan dan diawasi oleh pemerintah. Pada sistem demokrasi ini pemerintah dan seluruh masyarakat dari yang golongan ekonomi lemah hingga para pengusaha memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kemakmuran bangsa. Dan peran pemerintah disini selain mengawasi yaitu sebagai perencana, pembiming dan pengarah dalam sebuah kegiatan ekonomi.
            Lalu bagaimana dengan sistem ekonomi campuran? Ada yang bilang bahwa sistem ekonomi campuran yaitu merupakan campuran dari mekanisme pasar dan campur tangan pemerintah. Tujuan campur tangan pemerintah untuk mengawasi jalannya perekonomian di pasar. Lalu penerapannya pun bertujuan untuk mengurangi kelemahan dari sistem sistem sebelumnya dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
            Indonesia, sebenarnya memang lebih tepat memakai sistem ekonomi campuran, yaitu liberalis dan sosialis. Tapi di indonesia masih terdapat pro kontra karena sistem liberalis dan ekonomi kerakyatan dimana negara kita ini masih tidak bisa lepas dari ekonomi liberalis, karena negara ini masih bergantung pada amerika serikat. Karena jika di amerika sedang mengalami krisis ekonomi, maka indonesia akan terkena dampaknya, menandakan bahwa kita masih bergantung pada amerika serikat.
            Sistem ekonomi liberalis tidak sepenuhnya diterapkan di negara berkembang apalagi indonesia karena sebuah negara berkembang butuh bantuan campur tangan pemerintah untuk mengatur perekonomiannya. Karena dalam sistem liberalis hanya menguntungkan dua golongan yaitu pemilik modal dan perbankan, sedangkan di negara ini penduduk dibawah garis kemiskinan masih banyak.
            Jadi, sistem ekonomi campuran layak di terapkan di indonesia, dimana peran pemerintah itu penting dalam sebuah perekonomian dan swasta juga bebas berdiri yang penting dengan tujuan yang sama yaitu untuk kesejahteraan masyarakat.
7.      KEKURANGAN DAN KELEBIHAN SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Tujuan awal dibentuknya sistem ekonomi campuran adalah untuk menghindari adanya praktik monopoli pasar dan penyalahgunaan kekuasaan dalam mengelola produksi dan sumber daya. Namun pada kenyataannya sistem ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya.
Kelebihan
Kekurangan
1.      Sektor industri dan bisnis dapat dikelola oleh perusahan swasta atas izin dari pemerintah. Fakta yang terjadi sampai saat ini adalah perusahaan swasta akan lebih cenderung mementingkan keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga akan mengutamakan efisiensi biaya dan melakukan banyak inovasi untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Tidak ada kejelasan dan peraturan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam kegiatan perekonomian.

1.      Mengurangi beban pemerintah dalam menentukan kebijakan peraturan dan pengaruh dalam menentukan produksi dan distribusi barang maupun jasa. Sebelumnya pemerintah menguasai mayoritas sektor ekonomi yang berakibat pada tidak terserapnya hasil produksi barang dan jasa karena tidak sesuai dengan keinginan pasar.
Perluasan kebijakan fiskal bisa berimbas pada semakin sulitnya mendapat pinjaman dari pemerintah.

1.      Pemerintah memiliki kekuasaan untuk mengatur pasar dan menindak praktik penyalahgunaan kekuatan monopoli, seperti mencegah kenaikan harga yang berlebihan.
Banyaknya kekuatan pasar akan menyebabkan munculnya ketimpangan dalam persaingan bisnis dan tidak tepatnya dalam mengolah sumber daya.

Pemerintah berhak memberlakukan sistem perpajakan terhadap produksi barang dan jasa
9.      Ekonomi campuran akan menghambat terciptanya pasar bebas karena pemerintah memiliki peran besar dalam menentukan kebijakan berkaitan dengan kepemilikan dan pengolahan sumber produksi.

Pemerintah memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan produksi barang yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti limbah pabrik dan polusi.
9.      Ekonomi campuran berpotensi memperlambat pertumbuhan perekonomian negara.

1.      Negara mendukung terciptanya fasilitas umum, seperti kepolisian, pertahanan negara, pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
1.      Terciptanya pemerataan pendapatan, sehingga akan mengurangi tingkat kemiskinan.

1.      Terciptanya kestabilan ekonomi makro dan perluasan kebijakan fiskal. 






8.      PERKEMBANGAN SISTEM EKONOMI DI INDONESIA

A. Perkembangan sistem perekonomian pada masa penjajahan
Saat masih dalam penjajahan, perekonomian Indonesia dikuasai oleh negara asing(penjajah). Saat masa penjajahan Belanda, VOC didirikan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia. VOC memiliki Hak Octrooi, yang berisi :
      a. Hak mencetak uang
b.Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
c.Hak menyatakan perang dan damai
d.Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
e.Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Oleh karena itu, pada saat Belanda menjajah Indonesia, perekonomian Indonesia dikuasai Belanda sepenuhnya.

B. Perkembangan  Perekonomian Indonesia masa orde lama (1945-1966)
 Pada awal kemerdekaan, pembangunan ekonomi Indonesia mengarah perubahan struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, yang bertujuan untuk memajukan industri kecil untuk memproduksi barang pengganti impor yang pada akhirnya diharapkan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap luar negeri.  Sistem moneter tentang perbankan khususnya bank sentral masih berjalan seperti wajarnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya hak ekslusif untuk mencetak uang dan memegang tanggung jawab perbankan untuk memelihara stabilitas nasional. Bank Indonesia mampu menjaga tingkat kebebasan dari pengambilan keputusan politik. Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut. Rencana ini mencakup sektor- sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahl  Perekonomian Indonesia pada masa ini mengalami penurunan atau memburuk. Terjadinya pengeluaran besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan    pertumnbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa. Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.

C. Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa Orde Baru 
Pembangunan nasional telah di rencanakan meliputi pembangunan jangka panjang, pembangunan jangka menengah, pembangunan jangka pendek. Pembangunan jangka panjang tahap I (PJPT I) berlangsung selama 25 tahun.  PJPT I terdiri atas lima tahapan jangka menengah. Setiap tahapan jangka menengah waktunya lima tahun yang di kenal dengan nama pembangunan lima tahun(pelita). Setiap pelita di bagi menjadi lima tahapan jangka pendek, yaitu satu tahunan yang di kenal sebagai pelita tahun pertama, dan seterusnya sampai pelita tahun ke lima. Pemerintah orde baru mulai melaksanakan rencana pembangunan lima tahun sejak 1 April 1969 melalui tahapan tahapan pelita.

D. Perkembangan Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Reformasi
 Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.



E. Perkembangan Perekonomian Indonesia saat ini
Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan sertabidang – bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.Kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti ribut saat mengantri yang bahkan berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi.

9.      Contoh Penjelasan Beberapa Negara Penganut Sistem Ekonomi Campuran
Sebenarnya penerapan sistem ekonomi campuran ini mayoritas digunakan oleh negara-negara di dunia. Mereka menggabungkan sistem-sistem ekonomi yang ada dan disesuaikan dengan kondisi negaranya, meski mengaku menganut paham sistem ekonomi tertentu. Sebagai contoh, Amerika Serikat terkenal dengan sistem ekonomi liberal. Namun praktiknya tidak murni berpaham liberal, karena terdapat intervensi pemerintah dalam hal regulasi atau undang-undang anti monopoli.
Negara yang menganut sistem ekonomi campuran tercatat sebagai negara bekas non blok, di mana mayoritas terdapat di benua Asia dan Afrika. Mereka adalah Indonesia, India, Malaysia, Mesir.
  1. Indonesia
Perekonomian Indonesia mengalami berbagai fase yang dipengaruhi oleh masalah politik. Fase pertama setelah Indonesia merdeka yang disebut sebagai Ekonomi Orde Lama (1945-1965). Pada masa ini Indonesia menerapkan sistem liberal. Kekuasaan berada pada beberapa partai politik yang menyebabkan seringnya terjadi konflik hingga berujung pada kehancuran perekonomian nasional.
Fase berikutnya disebut Ekonomi Orde Baru (1966-1998). Masa ini pemerintah menitikberatkan perhatian pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi maupun sosial. Juga menerapkan sistem ekonomi terbuka untuk perusahaan dan penanaman modal asing. Keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik meningkatkan tingkat penghasilan masyarakat. Akibatnya, terjadi perubahan teknologi dan kebijakan industri pada tahun 1980-an. Sehingga struktur perekonomian mengalami pergeseran dari agraris menjadi semi industry.
Fase ketiga yang belangsung setelah orde baru hingga saat ini disebut dengan Ekonomi Reformasi. Pasang-surut perekonomian dipengaruhi pergantian Presiden. Krisis ekonomi yang sempat terjadi di masa awal reformasi mulai terkendali sejak pemerintahan Megawati. Inflasi, kurs rupiah, suku bunga dan politik semakin stabil.
Perekonomian di Indonesia menganut sistem campuran antara paham ekonomi sosialis dan liberal. Meski sebenarnya lebih disebut sebagai sistem ekonomi campuran dengan ideologi Pancasila, atau sistem ekonomi Pancasila. Artinya, sistem kegiatan ekonomi dijiwai oleh ideologi Pancasila, yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasar usaha bersama berlandaskan asas kekeluargaan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat di bawah pengawasan dan pengendalian pemerintah.
Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian juga berfokus pada pemanfaatan maksimal sektor kelautan yang sempat lolos perhatian dari pemerintahan sebelumnya. Padahal wilayah Indonesia didominasi oleh perairan. Dalam jangka panjang kebijakan ini diharapkan pula mampu membantu perwujudan ekonomi mandiri bagi Indonesia.
Sehingga terjadi penerapan ideology Pancasila pada roda ekonomi yang sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 terkait asas kekeluargaan ekonomi Indonesia dengan pemanfaatan sumber daya digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
2.      India
India juga menganut sistem ekonomi campuran namun memiliki kecondongan pada paham sosialis. Sangat tingginya campur tangan pemerintah dalam perekonomian disebabkan fokus berlebihan pada pemerataan pendapatan dan kesejahteraan publik. Hal tersebut terjadi mulai tahun 1950-an pasca kemerdekaan India. Sehingga kreatifitas individu masyarakat sangat kecil bahkan mati yang menjadikan mereka sulit untuk maju. Karena segala hal diatur dan dikendalikan oleh pemerintah.
Sejak tahun 1997 India mulai menampakkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan terjadi penurunan angka kemiskinan masyarakat. Faktor penyumbang terbesar dalam perkembangan perekonomian tersebut adalah sektor pariwisata bangunan Taj Mahal. Industri otomotif juga tak ketinggalan menyokong[ perekonomian negara ini, yaitu TVS motor yang merupakan produsen kendaraan bermotor roda 2 dan masuk dalam jajaran 10 besar di dunia. Selain dua hal tersebut, sektor penyumbang lain adalah pertambangan serta tekstil.
3.      Filipina
Filipina memiliki sejarah ekonomi politik yang tidak stabil disebabkan korupsi yang merajalela. Pergantian presiden yang tidak memberikan pembaruan juga berpengaruh besar. Sebagai bekas negara persemakmuran Amerika Serikat sejak tahun 1935, Filipina telah diperkirakan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lesu dan lambat. Namun memasuki abad 20, ekonomi Filipina merangkak naik karena kebijakan-kebijakan oleh presiden baru, termasuk oleh presiden Beniqno Aquino (2010-2016). Pada tahun 2012-2013 perekonomian bergerak cepat hingga mampu mencatatkan diri sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Asia.
Filipina menganut sistem ekonomi campuran dengan agrikultur sebagai penyokong utama perekonomiannya. Fokus industri negara ini ada di bidang elektronik, otomotif, pengolahan makanan, pertambangan dan tekstil. Filipina memberikan kebebasan yang besar untuk melakukan segala hal pada pihak swasta sehingga menjadikan tingginya kreatifitas masyarakat. Peran swasta dalam perekonomian pun mencapai 95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pengakuan terhadap kepemilikan individu juga penumpukan modal memperjelas bahwa sistem ekonomi campuran Filipina lebih condong pada sistem kapitalis. Prinsip keadilan sistem kapitalis yaitu “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya” memberikan pengaruh besar pada motivasi individu masyarakatnya untuk maju dan berkembang.
4.      Malaysia
Sejak tahun 1963, Malaysia memiliki dua sistem ekonomi, yaitu sistem Sara Diri dan sistem Komersil. Sistem Sara Diri adalah kegiatan ekonomi dari kemampuan pemenuhan kebutuhan sehari-harinya sendiri melalui kegiatan berkebun dan bercocok tanam, perikanan dan kehutanan. Jika terdapat kelebihan hasil dari kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk perdagangan. Hal tersebut mampu menekan laju inflasi karena penggunaan uang lebih sedikit. Sedang sistem komersil adalah sistem kegiatan ekonomi yang mengarah pada pasar terbuka seperti penanaman modal, investor asing, teknologi baru, pengenalan jenis tanaman baru, dan sebagainya.
Dalam perekonomian Malaysia, peran pemerintah sangat kecil sehingga menjadikan mudah dalam hal birokrasi. Banyak pengusaha dari negara-negara lain yang melakukan bisnis di Malaysia karenanya. Imbasnya, hal tersebut mampu mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dan menaikkan pendapatan nasional. Kemajuan teknologi juga berperan dalam mempercepat pembangunan infrastrukturnya. Itulah yang menjadikan perekonomian Malaysia tumbuh dengan pesat.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
                Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Sistem ekonomi campuran menggerakkan elemen-elemen dinamis yang sebelumnya memang dimiliki tiap-tiap sistem ekonomi.
            Negara – negara yang menganut system ekonomi campuran adalah sebuah negara bekas negara non-blok. Mayoritas berada di Asia dan Afrika, seperti Indonesia, Mesir dan Malaysia.

3.2 Kritik dan Saran
           
            Setiap negara memiliki system perekonomian yang berbeda – beda. Untuk menentukan mana system perekonomian yang baik hanya bisa di tentukan oleh negara itu sendiri. Saran yang ingin kami berikan yaitu, semua system terdapat kelebihan dan keburukan tersendiri, kita tidak bisa mencela system satu dengan system yang lainnya. Untuk itu, pemerintah harus lebih berperan demi kestabilan perekonomian


Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Introduce My Self

  Introduce My Self     Hai Semua.... Welcome to my blog... Kali ini aku akan memperkenalkan diri... Ini merupakan ba...