LATAR BELAKANG
Perusahaan yang berdiri pasti memiliki tujuan
tetapi pada hakekatnya dalam menjalankan usahanya bertujuan untuk mendapatkan
laba sesuai dengan tujuan pokok yang diharapkan diantaranya agar perusahaan dapat menjaga kelangsungan
hidup dan kelancaran operasi. Hal ini akan tercapai jika mengaktifkan kerja
perusahaan dan berhubungan baik dalam sistem sosial.
Perusahaan dalam sisem sosial mempunyai dua
unser utama, unsur tersebut adalah sumber daya manusia atau pekerjanya dan
sumber daya bukan manusia seperti, mesin, peralatan, bahan mentah ataupun hasil
produksinya. Untuk terebut memiliki ikatan satu sama lain, karena saling
membutuhkan sumber daya manusia sangat berperan, karena tanpa sumber daya
manusia tidak akan membuat mesin atau
yang lainnya berjalan dengan baik.
Tak hanya dalam memproduksi tetapi juga dalam
pemasaran, perusahaan harus bisa berinteraksi kepada masyarakat, bukan semata wayang masyarakat membeli barang yang
di produksi tetapi juga memahami kegunaan
dari apa yang di pruduksi oleh perusahaan, dan mendapatkan kepercayaan
dari masyarakat akan kualitas yang baik dan terjamin, karena kepuasan konsumen
atas produk yang dihasilkannya menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.
Sumber daya manusia dan masyarakat termasuk
dalam sistem sosial yang berada di sekitar perushaan, untuk membantu
menjalankan dan mengaktifkan kerja perusahaan maka perusahaan juga mempunyai
tanggung jawab yang besar terhadap sistem sosial.
Dari latar belakang ini kami akan membahas
tentang perusahaan dalam sistem sosial, yang mana sistem sosial memiliki
pengaruh besar terhadap sebuah perusahaan dalam menjalankan kinerja dan
mencapai tujuannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PERUSAHAAN
Suatu unit kegiatan produksi yang mengolah
sumber sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, dengan
tujuan untuk memperoleh keuntungan dan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.
(prof. Dr. M. Manulang)
Dalam suatu
bisnis terdapat faktor utama yang menjalankan bisnis(pelaku bisnis)
tersebut, yaitu :
- Pemilik Adalah orang yang
menginvestasikan uang dalam suatu kegiatan bisnis dengan maksud untuk
memperoleh keuntungan dari uang atau modal yang ditanamkan tersebut.
- Manajer Adalah orang yang
bertanggung jawab terhadap kinerja, perusahaan, bertanggung jawab atas
pencapaian keuntungan perusahaan, pertumbuhan perusahan serta pertanggung
jawaban sosial.
- Tenaga
kerja Adalah individu yang menawarkan keterampilan dan kemampuan untuk
memproduksi barang atau jasa agar perusahaan dapat meraih keuntungan dan
untuk itu individu tersebut akan memperolehh upah/gaji sesuai dengan
keterampilan yang dimilikinya.
- Konsumen Adalah individu atau
bisnis yang membeli produk atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan
untuk pemakaian pribadi.
Berdirinya
perusahaan disebabkan oleh sumber ekonomi dan seorang wirausahawan.
a.
Sumber - Sumber
Ekonomi
Sumber-sumber ekonomi
atau sering juga disebut faktor-faktor produksi dapat dikelompokan ke dalam :
ü Men
ü Money
ü Materials
ü Method
Sering kali keempatnya
dikenal dengan “4M”
b.
Wirausahawan
Wirausahawan adalah
seseorang yang memiliki kepribadian unggul yang mencerminkan budi yuang luhur
dan pantas untuk diteladani karean atas kemampuan sendiri dapat melahirkan
suatu sumbangsih karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran
dan kebaikan.
Fungsi wirausahawan adalah:
a. Mengidentifikasikan
kesempatan
b. Mengumpulkan sumber
daya manusia dan sumber daya lainnya
c. Menarik
investasi/dana dari perorangan atau lembaga keuangan
d. Melaksanakan proses
produksi atau perdagangan
e. Menanggung resiko
Beberapa ciri kepribadian
dari seorang wirausahawan :
a. Mempunyai emosi
untuk membayangkan keberhasilan tujuan usahanya
b. Berani menanggung
resiko
c. Gigih dan bekerja
keras
d. Bersemangat dan
gesit dalam berusaha
e. Berusaha
meningkatkan pengetahuannya
f. Memiliki kecakapan
untuk memimpin
B.
TUJUAN PERUSAHAAN
Pada umumnya adalah untuk memuaskan kebutuhan
dari konsumen dengan nilai nilai tertentu. Sebenarnya pertimbangan terakhir
mengenai barang atau jasa apa yang harus dibuat oleh perusahaan adalah terletak
oleh konsumen. Konsumen akan memberikan pertimbangan mengenai seberapa jauh
kebutuhannya telah dapat dipenuhi dengan pembelian barang dan jasa tersebut.
Diasumsikan bahwa, kosumen dapat bertindak rasional, menganalisis kebtuhannya,
menentukan persyaratan dalam pemuasan kebutuhan, menilai kemampuan barang dan
jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan serta mampu untuk memperkirakan nilai
kepuasan tersebut dibandingkan dengan harta dibandingkan dengan biaya barang
atau jasa itu.
Dapat
digolongkan sebagai berikut :
1. Tujuan pelayanan Primer :
pembuatan barang dan jasa yang dijual untuk
memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi tujuan primer ini lebih dipenaruhi untuk
konsumen atau pasar yang dilayani oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan ini
dapat dikaji dari sudut bagian organisasi seperti, divisi, bagian atau seksi
yang sering disebut unit organisasi. Masing-masing unit itu akan diberikan
sumbangan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dibagi menjadi 2 jenis :
Ø Tujuan Organisatoris : nilai-nilai yang harus
disumbangkan oleh masing-masing atau kelompok individu yang berada pada bagian
yang bersangkutan.
Ø Tujuan Operasional : nilai-nilai yang
disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam suatu unit prosedur kerja secara
keseluruhan.
2. Tujuan pelayanan Koleteral :
Perbedaan antara tujuan perusahaan dan tujuan
individu. Hal ini karena tujuan koleteral dapat dicapai jika tujuan primer
dipenuhi terlebih dahulu.
Ø Tujuan Pribadi : nilai-nilai yang ingin
dicapai oleh individu-individu dalam perusahaan.
Ø Tujuan Sosial : nilai-nilai ekonomi yang lebih
luas umum yang diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan dapat secara
langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
3. Tujuan pelayanan sekunder : nilai-nilai yang
diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer. Contohnya : bagian
pemeliharaan pabrik yang mempermudah berjalannya pekerjaan, bagian staff yang
memberikan ide dalam organisasi perusahaan
C.
BENTUK- BENTUK BADAN USAHA
1. Perusahaan perseorangan
Suatu bentuk
badan usaha dimana pemilik adalah perseorangan yang melakukan pekerjaan untuk mendapat
laba.
Kebaikan
:
· Organisasi yang mudah (ease of organization) : karena perusahaan
kecil dan aktifitas relatif terbatas.
· Kebebasan bergerak (freedom of action) : pemilik persero mempunyai kebebasan luas,
sebab keputusannya merupakan kata terakhir. Tetapi dalam beberapa hal ada
batasnya, seperti pntapan upah buruh, impor ataupun ekspor.
· Penerimaan seluruh keuntungan (retention of
all profits) : persero memberi kemungkinan seluruh keuntungan diberikan ke
seseorang.
· Pajak yang rendah (low taxes) : perusahaan
persero tidak dikenakan pajak, pemungutan pajak hanya dilakukan ke pemilik
persero dari penghasilannya.
· Ketidak mungkinan bocornya rahasia (secrecy) :
merupakan perusahaan dimana rahasia tidak akan bocor karena umunya pekerjaan
penting
· Perusahaan perseorangan mengelurkan ongkos
relatip lebih murah karena bagia-bagian dan personalia relatip kecil.
· Peraturan di perusahaan perseorangan relatip
lebih sedikit dibanding dengan bentuk-bentuk peruahaan lain.
· Doronan perseorangan.
Keburukan :
· Tanggung jawab perusahaan perseorangan tidak
terbatas.
· Penanaman modal yang di lakukan perusahaan
perseorangan seringkali terbatas terbentur dalam usaha mencari pinjaman.
· Kontinuitas yang tidak terjamin.
· Kesulitan dalam soal pimpinan.
2. Persekutuan dengan firma
Firma adalah persekutuan untuk menjalankan
perusahaan dengan memakai nama bersama.
Kebaikan
:
· Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi
· Tergabung alasan-alasan nasional
· Perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada
perusahaan
Keburukan:
· Tanggung jawab yang tidak terbatas dari pada
setiap sekutu
· Pimpinan dipegang lebih dari seorang
· Persekutuan dengan firma berakhir karena:
a.
Meninggalnya
seorang sekutu atau jatuh failit seorang sekutu
b.
Dibubarkan hakim
karena alasan-alasan sah
c.
Masa untuk mana
persekutuan dengan firma telah habis
d.
Seorang sekutu
menarik diri
· Penanaman modal beku (frozen capital)
3. Persekutuan kominditer:
Persekutuan kominditer adalah suatu
persekutuan dimana satu atau beberapa orang sekutu mempercayakan uang atau
barang kepada satu atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan yang
bertindak sebagai pemimpin
Persekutuan komenditer terdapat dua jenis
sekutu:
· Sekutu komplementer mereka yang menjalankan
dan memimpin perusahaan
· Sekutu komanditer yakni mereka yang
mempercayakan modalnya kepada sekutu komplimenter.
Kebaikan
:
· Kebutuhan akan modal lebih mudah dipenuhi
disamping pendiriannya mudah.
·
Kemampuan
pimpinan persekutuan komenditer relatip lebih baik.
Keburukan
:
· Kelangsungan hidup tidak menentu karna banyak
bergantung dari sekutu komplementer yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan
4. Perseroan Terbatas
Suatu
persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang
terbagi atas beberapa saham dalam mana tiap sekutu (disebut juga persero) turut
mengambil bahagian sebanyak satu atau lebih saham. Istilah terbatas bukanlah
modal terbatas melainkan pertanggung jawaban tersebut, berarti bahwa kreditur
Perseroan Terbatas tidak dapat menagih langsung pada pemegang saham, ia hanya
menagih pada Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum.
D.
PERUSAHAAN SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL
Perusahaan adalah suatu lembaga sosial. Dalam
hal ini tentunya terdapat perbedaana antara perusahaan dengan lembaga sosial
lainnya. Letak perbedaannya adalah pada seluruh kegiatannya yang diarahkan
untuk memperoleh laba. Terdapat tujuan lain seperti memberi kesempatan kerja
untuk mengurangi pengangguran, kemudian juga meningkatkan pendapatan pemerintah
melalui pajak dan juga prestise.
Perusahaan sebagai lembaga sosial ikut
berperan dalam program pengentasan kemiskinan dan masalah sosial lainnya.
Diantaranya melalui kegiatan sosial seperti pemberian bantuan berupa dana
misalnya untuk beasiswa, bakti sosial, dan sebagainya. Bagi perusahaan itu
sendiri, sumbangan dalam aktivitas sosial yang dilakukan merupakan manifestasi
dari tanggung jawab sosialnya. Ada 4 tanggung jawab perusahaan dalam hal ini :
1. Tanggung jawab ekonomi dengan menghasilkan
laba
2. Tanggung jawab legal dengan menaati hukum
dalam kegiatan usaha
3. Tanggung jawab etika dengan menghindarkan diri
dari praktek-praktek yang bertentangan dengan nilai-nilai yang tumbuh di
masyarakat.
4. Tanggung jawab filantropis dengan memberikan
konstribusi dana sosial kepada masyarakat. Tanggung jawab inilah yang mendorong
perusahaan untuk memberikan sumbangan terhadap aktivitas-aktivitas sosial.
E. PERUSAHAAN
SEBAGAI SUATU SISTEM
Sistem adalah suatu kesatuan atau unit yang
terdiri dari sub-sub sistemyang paling bekerjasama ataupun saling mempengaruhi
secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Perusahaan
sebagai sistem sosial berarti merupakan kombinasi dari berbagai sumber-sumber
ekonom yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi dan
distribusi barang atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain
keuntungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Apabila ditinjau maka pada
dasarnya sistem perusahaan beberapa sifat.
Sifat-sifat
tersebut adalah :
a. Sifat
kompleks
Apabila
masing-masing bagian di perinci menjadi sub-sub bagian itu akan saling bekerja
sama dan saling mempengaruhi sehingga sifatnya kompleks.
Misalnya
guna melaksanakan kegiatan perusahaan atau bisnis dari satu sisi berhubungan
dengan pemasok atau subplayer.
Contohnya
tenaga kerja, lembaga keuangn berkaitan dengan modal, sedangkan lembaga
keahliaan yang berkaitan dengan lembaga keahlian, dari sisi lain perusahaan
bisnis berhubungan dengan pemerintah.
b. Sebagai
suatu kesatuan
Dalam proses
kegiatan perusahaan atau bisnis tidaklah dapat berjalan sendiri, melainkan
menuju satu tujuan antara lain, seluruh kegiatan perusahaan atau binis itu
sebagai satu kesatuan atau unity.
c. Sifat
berjenis-jenis
Perusahaan
banyak yang mengarah pada diversifkiasi (pengkeanekaragaman) hasil produksinya
maksudnya, perusahaan membuat produknya secara bermacam-macam supaya jika
terdapat kerugian dari produk yang satu dapat di tutupi dengan keuntungn dari
penjualaan produk yang lain
d. Sifat
saling bergantung
Perusaan
yang hanya menjalankan satu atau beberapa kegiatan saja (spesialisasi), maka
dia sangat bergantung pada perusahaan lainnya.
Contoh :
perusahaan mabel bergantung pada perusahaan penggergajiaan kayu. Dalam intern
perusahaan bidang lain misalnya : bidang produksinya sangat bergantung pada
bidang keuangan dan bidang pemasaran serta pada bidang lainnya.
e. sifat dinamis
Perusahaan
selalu terjadi perubahaan demikian kekuatan-kekuatan dari luar perusahaan,
seperti politik, peraturan pemerintah, jumlah penduduk, tingkat pendapatan dan
sebagainya, juga mempengaruhi perusahaan. Agar perusahaan tetap hidup dan
berkembang, maka harus menyesesuaikan
diri (dalam pengertian dinamis).
Ciri-ciri
sebuah perusahan adalah :
1. Operatif
Dalam
perusahaan terdapat aktifitas yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyediaan,ataupun
pendistribusian barang atau jasa.
2. Koordinatif
Diperlukan
agar semua bagian dalam perusahaan dapat bergerak kearah yang sama dan saling
mendukung satu sama lain.
3. Reguler
Diperlukan
keteraturan yang dapat mendukung aktifitasnya agar dapat bergerak maju.
4. Dinamis
Agar
dapat bertahan perusahaan harus mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap
perusahaan tersebut.
5. Formal
Perusahaan
harus merupakan lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah.
6. Lokasi
Perusahaan
didirikan pada tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
7. Pelayanan Bersyarat
Perusahaan
menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebututhan masyarakat yang
memerlukannya.
F.
LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan
perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan faktor-faktir eksteren yang
mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Lingkungan
perusahaan dapat dibedakan menjadi :
1. Lingkungan perusahaan eksternal
· lingkungan bisnis domestik : lingkungan dimana
perusahaan mengelola operasinya dan mendapatkan keuntunangan (revenues).
· Lingkungan bisnis global : kondisi
internasional yang dapat mempengaruhi bisnis.
· Lingkungan teknologis : cara perusahaan
menciptakan nilai lebih bagi perusahaannya.
· Lingkungan politik hukum : menggambarkan
hubungan perusahaan dengan pemerintah.
· Lingkungan sosial budaya : meliputi adat,
budaya, nilai, dan karakteristik demografis masyarakat dimana perusahaan itu
beroperasi.
· Lingkungan ekonimi : kondisi yang relevan di
dalam sistem ekonomi yang dapat mempengaruhi sistem operasi perusahaan.
2. Lingkungan perusahaan internal
Faktor
yang erdapat dalam lingkungan internal perusahaan :
· Resources (sumber daya) : merupakan sekumpulan
aset baik dalam bentuk aset berwujud atau tidak berwujud yang berada di dalam
kendali perusahaan serta akan membantu perusahaan dalam melakukan implementasi strategi untuk memperoleh keunggulan
bersaing.
· Capabilities : kemampuan yang dimiliki
perusahaan untuk mnegkoordinasikan sumber daya yang dimiliki dan memberdayakan
sumber daya tersebut secara produktif.
G.
PERTANGGUNG JAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN
Sebuah lembaga bisnis atau perusahaan harus
mampu menyelaraskan sumber daya yang mereka miliki untuk mencapai tujuan.
Kemampuan untuk mengharmoniskan sumber daya ini mutlak diperlukan. Hal ini
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan berupa mencari keuntungan sebesar mungkin
tanpa melanggar etika yang telah ada.
Supaya manajemen perusahaan selalu berjalan
sesuai dengan harapan maka perlu memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawab
sosial keduanya harus berjaln beriringan, karena jika tidak mustahil akan
timbulnya yang namanya masalah dan itu bisa menimbulkan kerugian untk
perusahaan itu sendiri.
Etika dan tanggung jawab sosial merupakan
pedal gas dan rem perusahaan agar bekerja tidak bertabrakan dengan pemegang
kepentingan perusahaaan, seperti pelanggan, pemerintah, pemilik, kreditur,
pekerja dan komunitas atau masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan pemegang
kepentngan akan menghasilkan energi positif untuk kemajuan perusahaan.
Tanggung jawab ssial harus memperhatikan lima
aspek berikut ini :
1. Tanggung jawab sosial kepada pelanggan (social
responsibility customers)
a. Bagaimana memastikan tanggung jawab bisnis
· Tetapkan kode etika
Berisi serangkaian petunjuk sebagai pedoman
untuk menetapkan kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana
karyawan, pelanggan, dan pemilik seharusnya dipelihara dengan baik.
· Monitor keluhan pelanggan
Terus awasi tingkat kepuasan pelanaggan. Kalau
ditemukan keluhan maka segera lakukan perbaikan. Misalnya saja dengan
menghubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk
atau lainnya. Cari sumber keluhan itu dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak
akan timbul lagi.
· Memperoleh umpan balik pelanggan
Meminta pelanggan untuk memberi umpan bailk
atas barang atau jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada keluhan
misalnya saja dengan mengirimkan kuesioner pertanyaan. Tatkala tidak ada
keluhan dari pelanggan, jangan sampai kita diam saja dan merasa tenang.
Konsumen ketika ada keluhan tidak semua berani mengungkapkan. Karenanya, jemput
bola dengan langsung menanyakan kepada konsumen.
b. Bagaimana memastikan tanggung jawab pemerintah
Pemerintah harus dipastikan memberikan jaminan
tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas keamanan produk,
iklan, dan kompetisi industri, yaitu melalui :
· Peraturan keamanan produk
Pemerintah melindungi konsumen dengan
memberikan peraturan atas beberapa produk perusahaan. Kehalalan produk makanan,
tingkat kadaluarsa, kandungan bahan didalamnya, kualitas produk dan sebagainya.
· Peraturan periklanan
Pemerintah menciptakan hukum yang melrang
iklan yang menyesatkan atau memojokkan produk perusahaan lain. Iklan untuk
keperluan orang dewasa semestinya tayang ketika anak sudah tidur dan
sebagainya.
· Peraturan persaingan industri
Pemerintah mempromosikan persaingan diseluruh
Indonesia, karena persaingan dapat menghindari penggunaan taktik penjualan yang
menyesatkan serta praktik monopoli. Persaingan biasanya menghasilkan sebuah
kondisi yang menguntungkan konsumen.
2. Tanggung jawab sosial kepada pekerja (sosial
reposibility employees)
a. Keamanan pekerja (Employee Safety)
Meyakinkan dianataranya tempat kerja adalah
aman bagi karyawan dengan selalau mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam
kondisi layak dan tidak berbahaya, menempatkan jam kerja perempuan di siang
hari tidak ada shift kerja untuk perempuan dimalam hari, dan sebagainya.
b. Perlakuan pekerja
Memastikan tidak ada diskriminasi. Perusahaan
bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh
perusahaan dan karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah
diversitas (kelainan perbedan) karyawan dan pelecehan seksual.
c. Kesamaan kesempatan (Equal Opportunity)
Kesamaan kesempatan atau hak sipil. Karyawan
yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi
masalah SARA. Semua orang punya kesempatan untuk bisa berbagi pada suatu
perusahaan dan termasuk peluang karier yang sama setelah bergabung di
perusahaan itu.
d. Bagaimana memastikan tanggung jawab bisnis :
· Keluhan prosedur
· Kode etik
· UU ketenaga kerjaan
3. Tanggung jawab sosial kepadda kreditor (sosial
responsibility to the creditors)
Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan
tidak dapat memenuhi kebutuhannya, harus memberitahu para kreditor. Biasanya
para kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi
advice dalam mengatasi masalah keuangan.
a.
Kewajiban
keuangan.
b.
Informasikan
kreditur jika mempunyai masalah keuangan
4. Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham
(sosial responsibility to stockholders)
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan
pemilik (pemegang saham). Manager persahaan memonitor keputusan perusahaan
untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik. Termasuk
juga tadi karyawan berkaitan dengan kinerja perushaan, dalam hal ini karyawan
tinggl memfokuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan.
5. Tanggung jawab sosial kepada lingkungan
(sosial responsibility to the environment)
Proses produksi yang digunakan perusahaan juga
produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya
polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat dan polusi tanah akibat
sampah atau limbah beracun yang mengakibatkan tanah tidak atractive dan tidak
berguna untuk keperluan lain seperti pertanian. Perusahaan harus memikirkana
dampak limbah industrinya supaya tidak mencemari lingkungan sekitarnya.
6. Tanggung jawab soisal kepada masyarakat
(social responsibility to community)
a. Menjadi sponsor dalam kegiatan masyarakat
lokal dan dimana perusahaan itu berada
b. Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu.
c. Membangun fasilitas umum yang dibutuhkan
masyarakat sekitar
d. Membeikan pemeriksan kesehatan gratis
e. Pemberian beasiswa bagi anak dari keluarga
yang tinggal disekitar perusahaan, dan lain sebagainya.
F. ETIKA BISNIS
etika adalah filsafat tentang nilai-nilai,
kesusilaan tentang baik dan buruk. Jadi disamping mempelajari nilai-nilai,
etika juga pengetahuan tentang batin seseorang yang sesuai dengan norma-norma
etik.
Pengertian etika bisnis terkait dengan masalah
penilaia terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau
kejujutan berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika
standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh
masyarakat, perusahaan dan individu.
Terdapat beberapa
faktor yang berpengaruh terhadap perilaku bisnis :
- lingkungan bisnis :perusahaan sering dihadapkan
oleh suatu dilema yang menekeannya, misalnyaharus mengejar kuota
penjualan, menekan ogkos-ongkos, peningkatan efisiensi dan bersaing.
Tetapi eksekutif perusahaan juga harus bertanggung jawab terhadap
masyarakat agar kualitas barang terjaga. Eksekutif perusahaan harus pandai
mengambil keputusan yang tidak merugikan perusahaan maupun masyarakat.
- Organisasi : secara umum anggota organisasi
sangat mempengaruhi satu dengan lainnya (proses interaktif). Tetapi
organisasi terhadap individu harus tetap berperilaku etis, misalnya
pengupahan dan jam kerja.
- Individu : orang yang memiliki moral, dalam
bekerja dan berinteraksi dengan sesama akan berperilaku etis. Dalam
bekerja harus memiliki tanggung jawab moral terhadap hasil perusahaan dan
kehormatan profesinya.
Kode etik diperlukan
untuk hal seperti berikut :
- Untuk menjaga keselarasan dan konsistensi antara
gaya manajemen strategis dan kebijakan dalam pengembangan usaha disatu
pihak dengan pengembangan sosial ekonomi di lain pihak.
- Untuk menciptakan iklim usaha yang bergairah dan
suasana persaingan yang sehat.
- Untuk mewujudkan integritas perusahaan terhadap
lingkungan,masyarakat dan pemerintah
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Ø Dalam mendirikan suatu perusahaan juga harus
mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan eksternal maupun internal dengan
baik.
Ø Mendirikan suatu perusahaan tidak hanya untuk
mendapatkan suatu keuntungan atau laba saja, tetapi perusahaan juga harus
melaksanakan tanggung jawabnya kepada pekerja maupun lingkungan perusahaan.
Ø Perusahaan juga harus mempertimbangkan cara
memberikan produk atau jasa yang tidak merugikan atau mengecewakan konsumen
maupun perusahaan itu sendiri.
SARAN
Saran yang
dapat kelompok kami berikan adalah mendirikan perusahaan merupakan hal yang
harus dipertimbangkan secara matang, karena mendirikan perusahaan tidak hanya
untuk mendapatkan keuntungan semata tetapi perusahaan juga memberikan pengaruh
kepada sosial. Jika perusahaan baik dalam sistem sosial maka keuntungan yang
didapatkan akan meningkat karena peningkatan keuntungan merupakan salah satu
tolak ukur atas keberhasilan sebuah perusahaan. Perusahaan dan sistem sosial
yang memiliki relasi yang baik akan saling menguntungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar