Minggu, 20 Mei 2018

Makalah Perusahaan Dalam Sistem Sosial

LATAR BELAKANG
Perusahaan yang berdiri pasti memiliki tujuan tetapi pada hakekatnya dalam menjalankan usahanya bertujuan untuk mendapatkan laba sesuai dengan tujuan pokok yang diharapkan diantaranya  agar perusahaan dapat menjaga kelangsungan hidup dan kelancaran operasi. Hal ini akan tercapai jika mengaktifkan kerja perusahaan dan berhubungan baik dalam sistem sosial.
Perusahaan dalam sisem sosial mempunyai dua unser utama, unsur tersebut adalah sumber daya manusia atau pekerjanya dan sumber daya bukan manusia seperti, mesin, peralatan, bahan mentah ataupun hasil produksinya. Untuk terebut memiliki ikatan satu sama lain, karena saling membutuhkan sumber daya manusia sangat berperan, karena tanpa sumber daya manusia tidak  akan membuat mesin atau yang lainnya berjalan dengan baik.
Tak hanya dalam memproduksi tetapi juga dalam pemasaran, perusahaan harus bisa berinteraksi kepada masyarakat, bukan  semata wayang masyarakat membeli barang yang di produksi tetapi juga memahami kegunaan  dari apa yang di pruduksi oleh perusahaan, dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat akan kualitas yang baik dan terjamin, karena kepuasan konsumen atas produk yang dihasilkannya menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.
Sumber daya manusia dan masyarakat termasuk dalam sistem sosial yang berada di sekitar perushaan, untuk membantu menjalankan dan mengaktifkan kerja perusahaan maka perusahaan juga mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap sistem sosial.
Dari latar belakang ini kami akan membahas tentang perusahaan dalam sistem sosial, yang mana sistem sosial memiliki pengaruh besar terhadap sebuah perusahaan dalam menjalankan kinerja dan mencapai tujuannya.





BAB II
PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN PERUSAHAAN
Suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. (prof. Dr. M. Manulang)
Dalam suatu bisnis terdapat faktor utama yang menjalankan  bisnis(pelaku bisnis) tersebut, yaitu :
  1. Pemilik Adalah orang yang menginvestasikan uang dalam suatu kegiatan bisnis dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dari uang atau modal yang ditanamkan tersebut.
  2.  Manajer Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja, perusahaan, bertanggung jawab atas pencapaian keuntungan perusahaan, pertumbuhan perusahan serta pertanggung jawaban sosial.
  3. Tenaga kerja Adalah individu yang menawarkan keterampilan dan kemampuan untuk memproduksi barang atau jasa agar perusahaan dapat meraih keuntungan dan untuk itu individu tersebut akan memperolehh upah/gaji sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya.
  4. Konsumen Adalah individu atau bisnis yang membeli produk atau jasa yang dihasilkan suatu perusahaan untuk pemakaian pribadi.
Berdirinya perusahaan disebabkan oleh sumber ekonomi dan seorang wirausahawan.
a.      Sumber - Sumber Ekonomi
Sumber-sumber ekonomi atau sering juga disebut faktor-faktor produksi dapat dikelompokan ke dalam :
ü  Men
ü  Money
ü  Materials
ü  Method
Sering kali keempatnya dikenal dengan “4M”
b.      Wirausahawan
Wirausahawan adalah seseorang yang memiliki kepribadian unggul yang mencerminkan budi yuang luhur dan pantas untuk diteladani karean atas kemampuan sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.
Fungsi wirausahawan adalah:
a. Mengidentifikasikan kesempatan
b. Mengumpulkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya
c. Menarik investasi/dana dari perorangan atau lembaga keuangan
d. Melaksanakan proses produksi atau perdagangan
e. Menanggung resiko
Beberapa ciri kepribadian dari seorang wirausahawan :
a. Mempunyai emosi untuk membayangkan keberhasilan tujuan usahanya
b. Berani menanggung resiko
c. Gigih dan bekerja keras
d. Bersemangat dan gesit dalam berusaha
e. Berusaha meningkatkan pengetahuannya
f. Memiliki kecakapan untuk memimpin

B.   TUJUAN PERUSAHAAN
Pada umumnya adalah untuk memuaskan kebutuhan dari konsumen dengan nilai nilai tertentu. Sebenarnya pertimbangan terakhir mengenai barang atau jasa apa yang harus dibuat oleh perusahaan adalah terletak oleh konsumen. Konsumen akan memberikan pertimbangan mengenai seberapa jauh kebutuhannya telah dapat dipenuhi dengan pembelian barang dan jasa tersebut. Diasumsikan bahwa, kosumen dapat bertindak rasional, menganalisis kebtuhannya, menentukan persyaratan dalam pemuasan kebutuhan, menilai kemampuan barang dan jasa tersebut untuk memenuhi kebutuhan serta mampu untuk memperkirakan nilai kepuasan tersebut dibandingkan dengan harta dibandingkan dengan biaya barang atau jasa itu.
Dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Tujuan pelayanan Primer :
 pembuatan barang dan jasa yang dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi tujuan primer ini lebih dipenaruhi untuk konsumen atau pasar yang dilayani oleh perusahaan yang bersangkutan. Tujuan ini dapat dikaji dari sudut bagian organisasi seperti, divisi, bagian atau seksi yang sering disebut unit organisasi. Masing-masing unit itu akan diberikan sumbangan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dibagi menjadi 2 jenis :
Ø  Tujuan Organisatoris : nilai-nilai yang harus disumbangkan oleh masing-masing atau kelompok individu yang berada pada bagian yang bersangkutan.
Ø  Tujuan Operasional : nilai-nilai yang disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam suatu unit prosedur kerja secara keseluruhan.
2.      Tujuan pelayanan Koleteral :
Perbedaan antara tujuan perusahaan dan tujuan individu. Hal ini karena tujuan koleteral dapat dicapai jika tujuan primer dipenuhi terlebih dahulu.
Ø  Tujuan Pribadi : nilai-nilai yang ingin dicapai oleh individu-individu dalam perusahaan.
Ø  Tujuan Sosial : nilai-nilai ekonomi yang lebih luas umum yang diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan dapat secara langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
3.      Tujuan pelayanan sekunder : nilai-nilai yang diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer. Contohnya : bagian pemeliharaan pabrik yang mempermudah berjalannya pekerjaan, bagian staff yang memberikan ide dalam organisasi perusahaan

C.   BENTUK- BENTUK BADAN USAHA
1.    Perusahaan perseorangan
Suatu bentuk badan usaha dimana pemilik adalah perseorangan yang melakukan pekerjaan untuk mendapat laba.
Kebaikan :
·      Organisasi yang mudah  (ease of organization) : karena perusahaan kecil dan aktifitas relatif terbatas.
·      Kebebasan bergerak (freedom of action) :  pemilik persero mempunyai kebebasan luas, sebab keputusannya merupakan kata terakhir. Tetapi dalam beberapa hal ada batasnya, seperti pntapan upah buruh, impor ataupun ekspor.
·      Penerimaan seluruh keuntungan (retention of all profits) : persero memberi kemungkinan seluruh keuntungan diberikan ke seseorang.
·      Pajak yang rendah (low taxes) : perusahaan persero tidak dikenakan pajak, pemungutan pajak hanya dilakukan ke pemilik persero dari penghasilannya.
·      Ketidak mungkinan bocornya rahasia (secrecy) : merupakan perusahaan dimana rahasia tidak akan bocor karena umunya pekerjaan penting
·      Perusahaan perseorangan mengelurkan ongkos relatip lebih murah karena bagia-bagian dan personalia relatip kecil.
·      Peraturan di perusahaan perseorangan relatip lebih sedikit dibanding dengan bentuk-bentuk peruahaan lain.
·      Doronan perseorangan.
       Keburukan :
·      Tanggung jawab perusahaan perseorangan tidak terbatas.
·      Penanaman modal yang di lakukan perusahaan perseorangan seringkali terbatas terbentur dalam usaha mencari pinjaman.
·      Kontinuitas yang tidak terjamin.
·      Kesulitan dalam soal pimpinan.

2.     Persekutuan dengan firma
Firma  adalah persekutuan untuk menjalankan perusahaan dengan memakai nama bersama.
Kebaikan :
·      Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi
·      Tergabung alasan-alasan nasional
·      Perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada perusahaan
Keburukan:
·      Tanggung jawab yang tidak terbatas dari pada setiap sekutu
·      Pimpinan dipegang lebih dari seorang
·      Persekutuan dengan firma berakhir karena:
a.         Meninggalnya seorang sekutu atau jatuh failit seorang sekutu
b.         Dibubarkan hakim karena alasan-alasan sah
c.         Masa untuk mana persekutuan dengan firma telah habis
d.         Seorang sekutu menarik diri
·      Penanaman modal beku (frozen capital)

3.    Persekutuan kominditer:
Persekutuan kominditer adalah suatu persekutuan dimana satu atau beberapa orang sekutu mempercayakan uang atau barang kepada satu atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan yang bertindak sebagai pemimpin
Persekutuan komenditer terdapat dua jenis sekutu:
·      Sekutu komplementer mereka yang menjalankan dan memimpin perusahaan
·      Sekutu komanditer yakni mereka yang mempercayakan modalnya kepada sekutu komplimenter.
Kebaikan :
·      Kebutuhan akan modal lebih mudah dipenuhi disamping pendiriannya mudah.
·      Kemampuan pimpinan persekutuan komenditer relatip lebih baik.
Keburukan :
·      Kelangsungan hidup tidak menentu karna banyak bergantung dari sekutu komplementer yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan
4.      Perseroan Terbatas
Suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha yang terbagi atas beberapa saham dalam mana tiap sekutu (disebut juga persero) turut mengambil bahagian sebanyak satu atau lebih saham. Istilah terbatas bukanlah modal terbatas melainkan pertanggung jawaban tersebut, berarti bahwa kreditur Perseroan Terbatas tidak dapat menagih langsung pada pemegang saham, ia hanya menagih pada Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum.

D.   PERUSAHAAN SEBAGAI LEMBAGA SOSIAL
Perusahaan adalah suatu lembaga sosial. Dalam hal ini tentunya terdapat perbedaana antara perusahaan dengan lembaga sosial lainnya. Letak perbedaannya adalah pada seluruh kegiatannya yang diarahkan untuk memperoleh laba. Terdapat tujuan lain seperti memberi kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran, kemudian juga meningkatkan pendapatan pemerintah melalui pajak dan juga prestise.
Perusahaan sebagai lembaga sosial ikut berperan dalam program pengentasan kemiskinan dan masalah sosial lainnya. Diantaranya melalui kegiatan sosial seperti pemberian bantuan berupa dana misalnya untuk beasiswa, bakti sosial, dan sebagainya. Bagi perusahaan itu sendiri, sumbangan dalam aktivitas sosial yang dilakukan merupakan manifestasi dari tanggung jawab sosialnya. Ada 4 tanggung jawab perusahaan dalam hal ini :
1.      Tanggung jawab ekonomi dengan menghasilkan laba
2.      Tanggung jawab legal dengan menaati hukum dalam kegiatan usaha
3.      Tanggung jawab etika dengan menghindarkan diri dari praktek-praktek yang bertentangan dengan nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat.
4.      Tanggung jawab filantropis dengan memberikan konstribusi dana sosial kepada masyarakat. Tanggung jawab inilah yang mendorong perusahaan untuk memberikan sumbangan terhadap aktivitas-aktivitas sosial.

E.  PERUSAHAAN SEBAGAI SUATU SISTEM
Sistem adalah suatu kesatuan atau unit yang terdiri dari sub-sub sistemyang paling bekerjasama ataupun saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung untuk mencapai tujuan tertentu. Perusahaan sebagai sistem sosial berarti merupakan kombinasi dari berbagai sumber-sumber ekonom yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi dan distribusi barang atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Apabila ditinjau maka pada dasarnya sistem perusahaan beberapa sifat.
Sifat-sifat tersebut adalah :
a. Sifat kompleks
Apabila masing-masing bagian di perinci menjadi sub-sub bagian itu akan saling bekerja sama dan saling mempengaruhi sehingga sifatnya kompleks.
Misalnya guna melaksanakan kegiatan perusahaan atau bisnis dari satu sisi berhubungan dengan pemasok atau subplayer.
Contohnya tenaga kerja, lembaga keuangn berkaitan dengan modal, sedangkan lembaga keahliaan yang berkaitan dengan lembaga keahlian, dari sisi lain perusahaan bisnis berhubungan dengan pemerintah.

b. Sebagai suatu kesatuan
Dalam proses kegiatan perusahaan atau bisnis tidaklah dapat berjalan sendiri, melainkan menuju satu tujuan antara lain, seluruh kegiatan perusahaan atau binis itu sebagai satu kesatuan atau unity.

c. Sifat berjenis-jenis
Perusahaan banyak yang mengarah pada diversifkiasi (pengkeanekaragaman) hasil produksinya maksudnya, perusahaan membuat produknya secara bermacam-macam supaya jika terdapat kerugian dari produk yang satu dapat di tutupi dengan keuntungn dari penjualaan produk yang lain

d. Sifat saling bergantung
Perusaan yang hanya menjalankan satu atau beberapa kegiatan saja (spesialisasi), maka dia sangat bergantung pada perusahaan lainnya.
Contoh : perusahaan mabel bergantung pada perusahaan penggergajiaan kayu. Dalam intern perusahaan bidang lain misalnya : bidang produksinya sangat bergantung pada bidang keuangan dan bidang pemasaran serta pada bidang lainnya.
e. sifat dinamis
Perusahaan selalu terjadi perubahaan demikian kekuatan-kekuatan dari luar perusahaan, seperti politik, peraturan pemerintah, jumlah penduduk, tingkat pendapatan dan sebagainya, juga mempengaruhi perusahaan. Agar perusahaan tetap hidup dan berkembang,  maka harus menyesesuaikan diri (dalam pengertian dinamis).

Ciri-ciri sebuah perusahan adalah :        
1.      Operatif
Dalam perusahaan terdapat aktifitas yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyediaan,ataupun pendistribusian barang atau jasa.
2.      Koordinatif
Diperlukan agar semua bagian dalam perusahaan dapat bergerak kearah yang sama dan saling mendukung satu sama lain.
3.      Reguler
Diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktifitasnya agar dapat bergerak maju.
4.      Dinamis
Agar dapat bertahan perusahaan harus mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perusahaan tersebut.
5.      Formal
Perusahaan harus merupakan lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah.
6.      Lokasi
Perusahaan didirikan pada tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
7.      Pelayanan Bersyarat
Perusahaan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebututhan masyarakat yang memerlukannya.

F.    LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan faktor-faktir eksteren yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Lingkungan perusahaan dapat dibedakan menjadi :
1.    Lingkungan perusahaan eksternal
·      lingkungan bisnis domestik : lingkungan dimana perusahaan mengelola operasinya dan mendapatkan keuntunangan (revenues).
·      Lingkungan bisnis global : kondisi internasional yang dapat mempengaruhi bisnis.
·      Lingkungan teknologis : cara perusahaan menciptakan nilai lebih bagi perusahaannya.
·      Lingkungan politik hukum : menggambarkan hubungan perusahaan dengan pemerintah.
·      Lingkungan sosial budaya : meliputi adat, budaya, nilai, dan karakteristik demografis masyarakat dimana perusahaan itu beroperasi.
·      Lingkungan ekonimi : kondisi yang relevan di dalam sistem ekonomi yang dapat mempengaruhi sistem operasi perusahaan.
2.    Lingkungan perusahaan internal
Faktor  yang erdapat dalam lingkungan internal perusahaan :
·      Resources (sumber daya) : merupakan sekumpulan aset baik dalam bentuk aset berwujud atau tidak berwujud yang berada di dalam kendali perusahaan serta akan membantu perusahaan dalam melakukan  implementasi strategi untuk memperoleh keunggulan bersaing.
·      Capabilities : kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk mnegkoordinasikan sumber daya yang dimiliki dan memberdayakan sumber daya tersebut secara produktif.

G.   PERTANGGUNG JAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN
Sebuah lembaga bisnis atau perusahaan harus mampu menyelaraskan sumber daya yang mereka miliki untuk mencapai tujuan. Kemampuan untuk mengharmoniskan sumber daya ini mutlak diperlukan. Hal ini untuk mencapai tujuan yang ditetapkan berupa mencari keuntungan sebesar mungkin tanpa melanggar etika yang telah ada.
Supaya manajemen perusahaan selalu berjalan sesuai dengan harapan maka perlu memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawab sosial keduanya harus berjaln beriringan, karena jika tidak mustahil akan timbulnya yang namanya masalah dan itu bisa menimbulkan kerugian untk perusahaan itu sendiri.
Etika dan tanggung jawab sosial merupakan pedal gas dan rem perusahaan agar bekerja tidak bertabrakan dengan pemegang kepentingan perusahaaan, seperti pelanggan, pemerintah, pemilik, kreditur, pekerja dan komunitas atau masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan pemegang kepentngan akan menghasilkan energi positif untuk kemajuan perusahaan.
Tanggung jawab ssial harus memperhatikan lima aspek berikut ini :
1.    Tanggung jawab sosial kepada pelanggan (social responsibility customers)
a.    Bagaimana memastikan tanggung jawab bisnis
·      Tetapkan kode etika
Berisi serangkaian petunjuk sebagai pedoman untuk menetapkan kualitas produk, sekaligus sebagai petunjuk bagaimana karyawan, pelanggan, dan pemilik seharusnya dipelihara dengan baik.
·      Monitor keluhan pelanggan
Terus awasi tingkat kepuasan pelanaggan. Kalau ditemukan keluhan maka segera lakukan perbaikan. Misalnya saja dengan menghubungi pelanggan apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau lainnya. Cari sumber keluhan itu dan yakinkan bahwa problem tersebut tidak akan timbul lagi.
·      Memperoleh umpan balik pelanggan
Meminta pelanggan untuk memberi umpan bailk atas barang atau jasa yang mereka beli walaupun selama ini tidak ada keluhan misalnya saja dengan mengirimkan kuesioner pertanyaan. Tatkala tidak ada keluhan dari pelanggan, jangan sampai kita diam saja dan merasa tenang. Konsumen ketika ada keluhan tidak semua berani mengungkapkan. Karenanya, jemput bola dengan langsung menanyakan kepada konsumen.
b.    Bagaimana memastikan tanggung jawab pemerintah
Pemerintah harus dipastikan memberikan jaminan tanggung jawab kepada pelanggan dengan berbagai hukum atas keamanan produk, iklan, dan kompetisi industri, yaitu melalui :
·      Peraturan keamanan produk
Pemerintah melindungi konsumen dengan memberikan peraturan atas beberapa produk perusahaan. Kehalalan produk makanan, tingkat kadaluarsa, kandungan bahan didalamnya, kualitas produk dan sebagainya.
·      Peraturan periklanan
Pemerintah menciptakan hukum yang melrang iklan yang menyesatkan atau memojokkan produk perusahaan lain. Iklan untuk keperluan orang dewasa semestinya tayang ketika anak sudah tidur dan sebagainya.
·      Peraturan persaingan industri
Pemerintah mempromosikan persaingan diseluruh Indonesia, karena persaingan dapat menghindari penggunaan taktik penjualan yang menyesatkan serta praktik monopoli. Persaingan biasanya menghasilkan sebuah kondisi yang menguntungkan konsumen.

2.    Tanggung jawab sosial kepada pekerja (sosial reposibility employees)
a.    Keamanan pekerja (Employee Safety)
Meyakinkan dianataranya tempat kerja adalah aman bagi karyawan dengan selalau mengecek peralatan kerja supaya selalu dalam kondisi layak dan tidak berbahaya, menempatkan jam kerja perempuan di siang hari tidak ada shift kerja untuk perempuan dimalam hari, dan sebagainya.
b.    Perlakuan pekerja
Memastikan tidak ada diskriminasi. Perusahaan bertanggung jawab untuk meyakinkan bahwa para karyawan diperlakukan layak oleh perusahaan dan karyawan lain. Issue yang timbul biasanya masalah diversitas (kelainan perbedan) karyawan dan pelecehan seksual.
c.    Kesamaan kesempatan (Equal Opportunity)
Kesamaan kesempatan atau hak sipil. Karyawan yang melamar untuk suatu posisi tidak seharusnya ditolak karena diskriminasi masalah SARA. Semua orang punya kesempatan untuk bisa berbagi pada suatu perusahaan dan termasuk peluang karier yang sama setelah bergabung di perusahaan itu.
d.    Bagaimana memastikan tanggung jawab bisnis :
·       Keluhan prosedur
·       Kode etik
·       UU ketenaga kerjaan

3.    Tanggung jawab sosial kepadda kreditor (sosial responsibility to the creditors)
Jika perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya, harus memberitahu para kreditor. Biasanya para kreditor bersedia memperpanjang jatuh tempo pembayaran serta memberi advice dalam mengatasi masalah keuangan.
a.         Kewajiban keuangan.
b.         Informasikan kreditur jika mempunyai masalah keuangan

4.    Tanggung jawab sosial kepada pemegang saham (sosial responsibility to stockholders)
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemilik (pemegang saham). Manager persahaan memonitor keputusan perusahaan untuk meyakinkan bahwa mereka membuatnya untuk kepentingan pemilik. Termasuk juga tadi karyawan berkaitan dengan kinerja perushaan, dalam hal ini karyawan tinggl memfokuskan pada memaksimalkan nilai perusahaan.

5.    Tanggung jawab sosial kepada lingkungan (sosial responsibility to the environment)
Proses produksi yang digunakan perusahaan juga produksi yang dihasilkan dapat mencemari atau merusak lingkungan misalnya polusi udara (CO2) yang berbahaya bagi masyarakat dan polusi tanah akibat sampah atau limbah beracun yang mengakibatkan tanah tidak atractive dan tidak berguna untuk keperluan lain seperti pertanian. Perusahaan harus memikirkana dampak limbah industrinya supaya tidak mencemari lingkungan sekitarnya.

6.    Tanggung jawab soisal kepada masyarakat (social responsibility to community)
a.    Menjadi sponsor dalam kegiatan masyarakat lokal dan dimana perusahaan itu berada
b.    Sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu.
c.    Membangun fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat sekitar
d.    Membeikan pemeriksan kesehatan gratis
e.    Pemberian beasiswa bagi anak dari keluarga yang tinggal disekitar perusahaan, dan lain sebagainya.
F. ETIKA BISNIS
etika adalah filsafat tentang nilai-nilai, kesusilaan tentang baik dan buruk. Jadi disamping mempelajari nilai-nilai, etika juga pengetahuan tentang batin seseorang yang sesuai dengan norma-norma etik.
Pengertian etika bisnis terkait dengan masalah penilaia terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujutan berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu.

Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku bisnis :
  • lingkungan bisnis :perusahaan sering dihadapkan oleh suatu dilema yang menekeannya, misalnyaharus mengejar kuota penjualan, menekan ogkos-ongkos, peningkatan efisiensi dan bersaing. Tetapi eksekutif perusahaan juga harus bertanggung jawab terhadap masyarakat agar kualitas barang terjaga. Eksekutif perusahaan harus pandai mengambil keputusan yang tidak merugikan perusahaan maupun masyarakat.
  • Organisasi : secara umum anggota organisasi sangat mempengaruhi satu dengan lainnya (proses interaktif). Tetapi organisasi terhadap individu harus tetap berperilaku etis, misalnya pengupahan dan jam kerja.
  • Individu : orang yang memiliki moral, dalam bekerja dan berinteraksi dengan sesama akan berperilaku etis. Dalam bekerja harus memiliki tanggung jawab moral terhadap hasil perusahaan dan kehormatan profesinya.

Kode etik diperlukan untuk hal seperti berikut :
  1. Untuk menjaga keselarasan dan konsistensi antara gaya manajemen strategis dan kebijakan dalam pengembangan usaha disatu pihak dengan pengembangan sosial ekonomi di lain pihak.
  2. Untuk menciptakan iklim usaha yang bergairah dan suasana persaingan yang sehat.
  3. Untuk mewujudkan integritas perusahaan terhadap lingkungan,masyarakat dan pemerintah
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
Ø  Dalam mendirikan suatu perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan eksternal maupun internal dengan baik.
Ø  Mendirikan suatu perusahaan tidak hanya untuk mendapatkan suatu keuntungan atau laba saja, tetapi perusahaan juga harus melaksanakan tanggung jawabnya kepada pekerja maupun lingkungan perusahaan.
Ø  Perusahaan juga harus mempertimbangkan cara memberikan produk atau jasa yang tidak merugikan atau mengecewakan konsumen maupun perusahaan itu sendiri.
SARAN

Saran yang dapat kelompok kami berikan adalah mendirikan perusahaan merupakan hal yang harus dipertimbangkan secara matang, karena mendirikan perusahaan tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan semata tetapi perusahaan juga memberikan pengaruh kepada sosial. Jika perusahaan baik dalam sistem sosial maka keuntungan yang didapatkan akan meningkat karena peningkatan keuntungan merupakan salah satu tolak ukur atas keberhasilan sebuah perusahaan. Perusahaan dan sistem sosial yang memiliki relasi yang baik akan saling menguntungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Introduce My Self

  Introduce My Self     Hai Semua.... Welcome to my blog... Kali ini aku akan memperkenalkan diri... Ini merupakan ba...